Portal Karir & Sukses PTN
Bimbingan Vokasional, Analisis Portofolio & Manajemen Stres Siswa
Tes Minat Karir Holland (RIASEC)
Temukan profil kepribadian vokasional Anda untuk mencocokkan bidang studi PTN dan profesi masa depan yang paling selaras dengan potensi diri Anda. Berikan penilaian pada setiap pernyataan berikut dari skala 1 (Sangat Tidak Suka) hingga 5 (Sangat Suka).
Profil Tiga Huruf Dominan Anda: --
Rekomendasi Jurusan PTN & Profesi Masa Depan
Analisis Peluang Portofolio Jurusan PTN (SNBP / SNBT)
Masukkan rata-rata nilai rapor Anda dari Semester 1 sampai 5 untuk mata pelajaran pendukung pilihan program studi tujuan Anda. Sistem akan mengkalkulasi estimasi skor kelayakan portofolio.
Masukkan Nilai Rapor Semester 1 s.d. 5 (Skala 0 - 100)
Skor & Status Kelayakan
Manajemen Stres Ujian & Pomodoro Timer Interaktif
Atasi kejenuhan belajar *(academic burnout)* dengan teknik manajemen waktu Pomodoro terstruktur dan panduan relaksasi mental cepat untuk menjaga kesehatan mental pejuang PTN.
Fokus Belajar Pomodoro
Siap memulai sesi belajar produktif hari ini?
Panduan Kilat Anti-Burnout
Teknik Pernapasan Kotak (Box Breathing)
Tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan perlahan 4 detik, dan tahan kosong 4 detik. Ulangi 4 kali untuk menurunkan hormon stres instan.
Aturan 20-20-20 Mata & Fisik
Setiap 20 menit belajar menatap layar/buku, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik sambil meregangkan otot leher dan tangan.
Prinsip Micro-Learning
Portal Bimbingan Karir & Sukses PTN SMA © 2026. Dirancang untuk Mendukung Masa Depan Generasi Unggul.
Portal Karir & Sukses PTN
Bimbingan Vokasional, Analisis Portofolio & Manajemen Stres Siswa
Tes Minat Karir Holland (RIASEC)
Temukan profil kepribadian vokasional Anda untuk mencocokkan bidang studi PTN dan profesi masa depan yang paling selaras dengan potensi diri Anda. Berikan penilaian pada setiap pernyataan berikut dari skala 1 (Sangat Tidak Suka) hingga 5 (Sangat Suka).
Profil Tiga Huruf Dominan Anda: --
Rekomendasi Jurusan PTN & Profesi Masa Depan
Analisis Peluang Portofolio Jurusan PTN (SNBP / SNBT)
Masukkan rata-rata nilai rapor Anda dari Semester 1 sampai 5 untuk mata pelajaran pendukung pilihan program studi tujuan Anda. Sistem akan mengkalkulasi estimasi skor kelayakan portofolio.
Masukkan Nilai Rapor Semester 1 s.d. 5 (Skala 0 - 100)
Skor & Status Kelayakan
Manajemen Stres Ujian & Pomodoro Timer Interaktif
Atasi kejenuhan belajar *(academic burnout)* dengan teknik manajemen waktu Pomodoro terstruktur dan panduan relaksasi mental cepat untuk menjaga kesehatan mental pejuang PTN.
Fokus Belajar Pomodoro
Siap memulai sesi belajar produktif hari ini?
Panduan Kilat Anti-Burnout
Teknik Pernapasan Kotak (Box Breathing)
Tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan perlahan 4 detik, dan tahan kosong 4 detik. Ulangi 4 kali untuk menurunkan hormon stres instan.
Aturan 20-20-20 Mata & Fisik
Setiap 20 menit belajar menatap layar/buku, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik sambil meregangkan otot leher dan tangan.
Prinsip Micro-Learning
Portal Bimbingan Karir & Sukses PTN SMA © 2026. Dirancang untuk Mendukung Masa Depan Generasi Unggul.
Rabu, 14 Oktober 2026
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING • KELAS XI
JATUH BUKAN BERARTI KALAH!
Resiliensi & Adversity Quotient (AQ)
Daya juang dan ketahanan menghadapi kesulitan atau kegagalan.
Selamat Datang, Pejuang Masa Depan!
Pernah mendapat nilai yang tidak sesuai harapan? Pernah gagal mencapai target, berselisih dengan teman, atau merasa tugas sekolah terlalu banyak?
Kamu tidak sendirian. Kesulitan merupakan bagian dari kehidupan. Kita memang tidak selalu bisa memilih masalah yang datang, tetapi kita bisa belajar memilih respons dan langkah untuk menghadapinya.
Tujuan belajar: Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu memahami resiliensi dan AQ, mengenali respons terhadap kegagalan, memilih strategi yang sehat, dan menyusun rencana untuk bangkit.
1. Apa Itu Resiliensi?
Resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan kembali menjalani aktivitas secara positif ketika menghadapi tekanan, perubahan, kesulitan, atau kegagalan.
Orang yang resilien bukan berarti selalu kuat, tidak pernah sedih, atau tidak pernah menangis. Mereka juga dapat kecewa dan takut. Namun, mereka belajar mengelola perasaan, mencari dukungan, dan mengambil langkah yang membantu dirinya pulih.
Akui rasa kecewa, sedih, takut, atau marah tanpa menghakimi diri.
Pahami bahwa ada lebih dari satu cara untuk menyelesaikan masalah.
Evaluasi strategi yang belum berhasil dan perbaiki langkah berikutnya.
Mintalah bantuan kepada orang yang tepercaya ketika diperlukan.
2. Mengenal Adversity Quotient (AQ)
Adversity Quotient atau AQ merupakan konsep yang diperkenalkan oleh Paul G. Stoltz untuk memahami cara seseorang merespons kesulitan dan tantangan.
Dalam materi ini, AQ digunakan sebagai panduan refleksi untuk melatih daya juang. AQ bukan label permanen, bukan ukuran harga diri, dan bukan diagnosis psikologis.
Empat dimensi CORE
Kenali bagian masalah yang masih bisa kamu kendalikan.
Contoh: Kamu tidak bisa mengubah nilai ujian yang sudah keluar, tetapi bisa memperbaiki jadwal belajar.Ambil tanggung jawab atas bagian yang dapat kamu perbaiki.
Contoh: Mengakui kebiasaan menunda dan mulai mengerjakan tugas lebih awal.Jangan biarkan satu masalah dianggap menentukan seluruh hidupmu.
Contoh: Nilai matematika yang rendah bukan berarti semua pelajaranmu buruk.Ingat bahwa kesulitan dapat berubah dan kemampuan bisa berkembang.
Contoh: Belum memahami materi hari ini bukan berarti kamu tidak akan pernah memahaminya.3. Ubah Cara Berpikir, Ubah Langkahmu
Coba bandingkan dua cara merespons situasi berikut.
- "Aku memang bodoh."
- "Percuma mencoba lagi."
- "Semua sudah berantakan."
- "Aku harus menyelesaikan semuanya sendiri."
- "Aku belum menguasai materi ini."
- "Aku bisa mencoba strategi berbeda."
- "Aku akan menyelesaikan satu hal dahulu."
- "Aku boleh meminta bantuan."
Berpikir positif bukan berarti menyangkal masalah. Berpikir adaptif berarti mengakui kenyataan sekaligus mencari tindakan yang mungkin dilakukan.
4. Studi Kasus: Gagal Bukan Akhir
Dimas memperoleh nilai ujian di bawah target. Ia merasa kecewa dan malu karena teman-temannya mendapat nilai lebih tinggi. Awalnya ia ingin berhenti mencoba. Setelah menenangkan diri, Dimas memeriksa hasil ujiannya dan menyadari bahwa ia kurang memahami dua materi serta sering belajar mendadak.
Dimas kemudian membuat jadwal belajar singkat, berlatih soal tiga kali seminggu, dan bertanya kepada guru ketika mengalami kesulitan.
Mari analisis dengan CORE!
- Control: Apa yang dapat Dimas kendalikan?
- Ownership: Apa yang perlu menjadi tanggung jawab Dimas?
- Reach: Mengapa satu nilai rendah tidak menentukan seluruh masa depannya?
- Endurance: Apa yang menunjukkan bahwa keadaan Dimas masih bisa membaik?
Pesan: Dimas tidak mengubah masa lalu. Ia mengubah tindakan yang dapat dilakukan hari ini.
5. Tujuh Strategi Mengembangkan Resiliensi
- Kenali perasaan. Katakan kepada diri sendiri, "Aku sedang kecewa, dan itu wajar."
- Berhenti sejenak. Atur napas dan beri waktu sebelum mengambil keputusan.
- Pisahkan fakta dan pikiran. Nilai yang rendah adalah fakta; "masa depanku pasti hancur" adalah kesimpulan yang belum tentu benar.
- Fokus pada kendali. Tanyakan, "Apa satu hal yang bisa kulakukan sekarang?"
- Ambil langkah kecil. Kerjakan satu soal, satu halaman, atau satu tugas terlebih dahulu.
- Evaluasi dan sesuaikan. Jika cara pertama tidak berhasil, pelajari penyebabnya dan coba pendekatan lain.
- Mintalah dukungan. Hubungi guru BK, guru mata pelajaran, orang tua, atau orang dewasa tepercaya.
6. Kuis Interaktif: Seberapa Paham Kamu?
Pilih satu jawaban terbaik untuk setiap pertanyaan. Setelah selesai, tekan tombol Periksa Jawaban.
7. Tantangan Pribadi: Aksi 7 Hari
Pilih satu kebiasaan kecil yang ingin kamu perbaiki. Buat rencana yang realistis dan bisa kamu evaluasi.
Kamu Boleh Beristirahat, tetapi Jangan Ragu untuk Mencoba Kembali.
Setiap langkah kecil adalah bagian dari proses pertumbuhanmu.
Ingat 4K: Kenali emosi • Kendalikan respons • Kembangkan strategi • Kontak orang tepercaya
Materi layanan Bimbingan dan Konseling • Kelas XI SMA
Selasa, 04 November 2025
TUJUH JURUS BK HEBAT
Ketujuh jurus tersebut adalah kenali potensi, kelola emosi, tumbuhkan resiliensi, jaga konsistensi, jalin koneksi, bangun kolaborasi, dan menata situasi. Program ini dirancang untuk membantu guru mendeteksi masalah sejak dini, membangun suasana belajar yang aman secara emosional, dan mendukung perkembangan holistik siswa.
- Kenali Potensi: Memahami gaya belajar, minat, dan bakat siswa untuk membantu mereka mengenali potensi diri. Modul Jurus 1 Kenali Potensi
- Kelola Emosi: Menggunakan pendekatan pembelajaran sosial-emosional untuk membantu siswa mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka secara sehat. Modul 2 Kelola Emosi
- Tumbuhkan Resiliensi: Membantu siswa membangun daya juang, ketahanan dalam menghadapi tantangan, dan growth mindset. Modul Jurus 3 Tumbuhkan Resiliensi
- Jaga Konsistensi: Menanamkan disiplin positif dan kebiasaan baik yang berulang untuk membangun tanggung jawab dan manajemen waktu. Modul Jurus 4 Jaga Konsistensi
- Jalin Koneksi: Membangun komunikasi yang empatik dan efektif antara guru dan siswa. Modul Jurus 5 Jalin Koneksi
- Bangun Kolaborasi: Menguatkan sinergi antara guru, orang tua, dan komunitas sekolah untuk mendukung perkembangan siswa. Modul Jurus 6 Bangun Kolaborasi
- Menata Situasi: Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua siswa. Modul Jurus 7 Menata Situasi
Selasa, 03 September 2024
Kenali Tipe Kepribadianmu Berdasarkan Teori Holland
![]() |
| https://images.app.goo.gl/NSYFjAQaWUTcJn8h6 |
Selain mengamati hal-hal yang sering kamu lakukan kamu juga dapat melakukan beberapa tes yang dapat membantu kamu mendapatkan gambaran mengenai dirimu sendiri, seperti minat, nilai, kepribadian, dll (terutama dalam bidang pekerjaan/karir).
Sejauh ini alat penilaian yang paling sering digunakan dalam perencanaan karir adalah “RIASEC Hexagon”. Alat penilaian ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an oleh Dr John L. Holland, seorang yang memiliki klasifikasi dalam mewawancara calon tentara AS.
Apa itu RIASEC?
RIASEC adalah gambaran dari tipe kepribadian yang dijelaskan dalam teori pekerjaan yang dirumuskan oleh John L. Holland. Konselor atau guru BK sering menggunakan RIASEC dalam melakukan eksplorasi karir dan penelitian mengenai karir.
Dr Holland berpendapat bahwa cara terbaik untuk mengidentifikasi area karir yang mungkin cocok dengan kita adalah dengan menganalisis pekerjaan yang berkaitan terhadap karakteristik kepribadian kita, dan mencocokkannya dengan berbagai jenis lingkungan kerja. Dr Holland mengemukakan 6 kategori yang berbeda yang dapat menggambarkan hubungan antara karakteristik kepribadian dan lingkungan kerja.
Ide ini muncul dari pemikiran Dr Holland mengenai seseorang yang memiliki kepribadian yang sesuai dengan lingkungan kerja mereka, mereka akan lebih bahagia dan lebih memiliki kepuasan. Meskipun kamu kemungkinan memiliki beberapa minat dan kesamaan dari enam jenis yang ada, kamu akan memiliki kecenderungan pada hanya satu atau dua, mungkin tiga bidang utama.
6 Tipe Keterampilan RIASEC
“R” untuk Realistis – Pribadi yang realistis menyukai kegiatan kerja yang termasuk di dalam praktik, dan upaya memecahkan masalah secara langsung. Mereka senang mengurusi tanaman, binatang dan bahan-bahan alami misalnya kayu, perkakas dan mesin. Mereka menyukai pekerjaan di luar ruangan. Sering kali mereka tidak menyukai pekerjaan yang melulu mengurusi masalah dokumentasi atau bekerja dengan orang lain.
Ciri-ciri orang yang memiliki tipe realistik adalah memiliki sikap dan perilaku yang agresif, kuat secara jasmani, tidak sosial, memiliki kecakapan dan koordinasi gerak (motorik) yang baik, kurang memiliki kemampuan verbal dan keterampilan hubungan antar pribadi. Lebih menyenangi hal yang bersifat kongkrit daripada masalah yang abstrak, menanggapi dirinya sebagai orang yang agresif dan memiliki nilai ekonomi dan politik dan konvensional, emosi yang mantap (kestabilan emosi). Materialistik, rendah diri, menganggap dirinya baik dalam kemampuan mekanikal dan atletik dan tidak cakap dalam keterampilan-keterampilan sosial, menilai tinggi benda-benda nyata dan praktis.
Pekerjaan yang sangat cocok untuk orang yang bertipe realistik adalah:Pedagang dan pekerja terlatih
Pekerja Bangunan, Montir Listrik, Tukang Kayu, Pimpinan Tukang Las, Ahli Teknik Elektro, (Stasiun TV, Laboratorium), Pengawas Pembangunan, Peternak, Mesin-mesin, Pembersih Bangunan, Ahli Mesin (Mobil dan Pesawat Terbang), Operator Radio, Motir (TV dan Radio, Piano, Perabot Rumah Tangga), Pengemudi Kendaraan (pengemudi mobil, mesin lokomotif, pilot, pengemudi alat-alat berat), Pekerja Pertanian dan Peternakan, Peneliti Sumber-sumber Alam (pengawas hutan, ahli peternakan, margasatwa), Pemberi Layanan (Tamtama dan Perwira), Ahli Teknik (Ahli Mesin, Listrik, Sipil).Pengajar Perguruan Tinggi
Teknik Mesin dan Fisika, Pertanian, Pertambangan, Peternakan.Lain-lainnya
Juru gambar, Juru ukur, Pengamat Cuaca, Detektif, Pemadam Kebakaran, Teknisi Laboratorium (bukan ahli medis atau tester).
Jadi orang yang memiliki tipe jabatan realistik ini lebih menyukai hal-hal yang konkret, fisik dan berbagai tantangan-tantangan.
“I” untuk Investigatif – Pribadi yang investigatif menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan gagasan/ide dan pemikiran ketimbang pekerjaan fisik. Mereka senang mencari tahu fakta dan memecahkan masalah secara mental ketimbang membujuk atau mengarahkan orang lain.
Ciri-ciri orang yang memiliki tipe Investigatif adalah memiliki preferensi untuk aktifitas-aktifitas yang memerlukan observasional, simbolik, sistematik, dan kreatif terhadap fenomena fisik, biologis dan kultural dan tidak menyukai aktivitas-aktivitas persuasif, sosial, berorientasi pada tugas, intraseptif, tidak sosial, lebih menyukai antar lebih dahulu daripada bertindak langsung terhadap pemecahan masalah, cenderung analitis, rasional, berdiri sendiri, radikal, abstrak, terpusat pada pikiran sendiri, introvert, pengertian, kritis, memiliki rasa ingin tahu yang besar, cerdas, kurang memiliki kemampuan memimpin orang disekitarnya, berorientasi yang imajinatif, agresif, keras hati, mandiri, dan bersifat fleksibel.
Pekerjaan yang cocok untuk orang yang bertipe intelektual adalah:Ahli Biologi dan Fisika
Ahli Astronomi, Ahli Atom, Ahli kimia, Ahli Geologi, Ahli fisika, Ahli Botani, Ahli Binatang, Peneliti sumber-sumber alam.Ahli Ilmu Pengetahuan yang berkaitan dengan:
Ahli (Antropologi, Arkeologi, Arsitek, Desainer, Programer Komputer, Dokter Gigi, Psikologi Eksperimental, Penemu (pencipta), Matematika (bidang bisnis atau industri), Filosof, Teknisi Penelitian Ilmu Pengetahuan, Statistik, Dokter Hewan, Teknologi Medis (pengobatan).Pengarang Sains
Pengarang Artikel Ilmiah, Editor Jurnal Ilmiah, dan Pengarang Fiksi IlmiahPengajar Perguruan Tinggi
(Ilmu-ilmu Biologi dan Fisika, Psikologi Eksperimental Matematika, Filsafat, Paramedis, Program dan Desain Komputer, Astrofisika).
Jadi orang-orang yang memiiki klasifikasi jabatan investigative ini lebih menyukai hal-hal kreatif, imaginatif dan diperlukan intelegensi serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan fisik.
“A” untuk Artistik – Pribadi yang artistik menyukai kegiatan yang berhubungan dengan sisi artistik sesuatu hal misalnya bentuk, rancangan dan pola. Mereka menyukai ekspresi jiwa dalam pekerjaan mereka. Mereka lebih menyukai melakukan pekerjaan tanpa harus mematuhi aturan tertentu.
Ciri-ciri yang dimiliki tipe Artistik adalah bersifat tidak sosial, kreatif, imajinatif, ambisius, emosional, implusif, bersifat kewanitaan, peka terhadap perasaan, submissive (patuh), introspektif, deprestif, rendah diri, berdiri sendiri (individual), radikal, tidak stabil, naif, percaya diri, fleksibel, bebas, tidak konvensional, terbuka dalam mengekspresikan emosinya, apa adanya, bersifat ekspresif dan biasanya orang-orang yang bertipe ini senang mengekspresikan diri mereka secara artistik atau seni.
Pekerjaan yang cocok untuk orang yang bertipe ini adalah:Seniman Kreatif
Pengarang, Editor (Redaktur), Novelis, Wartawan, Reporter (surat kabar), Seniman, Desainer, Dekorator (Seniman Foto, Perancang pakaian dan Perancang dekorasi ruang dan iklan), Artis (sandiwara, drama film dan Tv), Musikus (pengubah, pencipta, pengarang, penyanyi pop).Pengajar Perguruan Tinggi
Pengajar Bahasa Inggris, Drama, Sandiwara, Seni, Musik, Kewartawanan, Kemampuan berbicara.Lain-lainnya
Kritis Seni dan Musik, Dealer alat-alat seni, Kartunis Pelawak, Ahli Bahasa, Penerjemah.
Jadi berdasarkan pembagian pekerjaan dan klasifikasi jabatan diatas maka orang yang memiliki tipe artistik lebih menyukai hal-hal yang berhubungan dengan tugas, kreasi, cita rasa, perasaan dan imajinasi. Disamping itu tipe artistik lebih menitik beratkan untuk menghadapi lingkungan sekitar melalui ekspresi diri.
“S” untuk Sosial – Pribadi yang bersifat sosial menyukai pekerjaan yang membantu orang lain serta mendukung pengembangan diri dan pembelajaran. Mereka lebih menyukai berkomunikasi ketimbang bekerja dengan objek, mesin atau data. Mereka senang mengajak, memberi nasihat, membantu atau melayani orang lain.
Ciri-ciri yang bertipe sosial adalah bersifat sosial, bertanggung jawab, bersifat kewanitaan, kemanusiaan, keagamaan, membutuhkan perhatian, dapat bekerja sama dengan baik, persuasif, bijaksana, memiliki kecakapan verbal dan hubungan antar pribadi, menghindari dari jenis pekerjaan sistematis, ramah tamah, suka bergaul, tidak ilmiah, berpikir tepat guna, Psychological-minded implusif, penerimaan diri sendiri, dapat dipercaya, agresif, pandai mengontrol diri, konservatisme, praktis, dan ekspresif (perasa), pemahaman diri, tekun, dan biasanya orang yang bertipe ini memiliki suatu citra diri yang positif.
Pekerjaan yang cocok untuk orang yang bertipe ini adalah:Pekerjaan Keagamaan
Ahli Agama misal yang tergabung pada Majelis Ulama Indonesia (MUI).Pekerja Kesehatan Sosial dan Pelayanan Sosial
Pengajar SD, konselor, Terapis (Konselor Jabatan dan Perkawinan, Terapis, Psikiatri dan Ahli Psikologi Klinis), Pengajar Sekolah Menengah (dengan mata pelajaran jasmani), Ahli Kenakalan Remaja, Dokter Medis (semua spesialis termasuk dokter ahli mata, ahli mata dan kacamata non medis), Direktur Taman Hiburan, Balai Keselamatan, Kepala Sekolah, Pengawas Pendidikan, Pekerja Sosial.Pengajar Perguruan Tinggi
Teologi, Paramedis, Ekonomi Rumah Tangga dan Gizi, Pendidikan Sosiologi, Psikolog (kecuali eksperimental), Ilmu Perawat, Terapi Kemampuan Berbicara.Lain-lainnya
Perdamaian Perselisihan Kerja, Pewawancara Pencari Pekerjaan, Hakim, Ahli Psikologi, Petugas Kesehatan Masyarakat.
Jadi berdasarkan pembagian pekerjaan dan klasifikasi jabatan diatas maka orang yang memiliki tipe sosial lebih menyukai hal-hal yang berhubungan dengan membantu orang lain.
“E” untuk Enterprising – Pribadi yang bersifat seperti pengusaha ini menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan memulai dan melakukan proyek terutama usaha. Mereka senang membujuk dan memimpin orang serta membuat keputusan. Mereka senang mengambil risiko demi keuntungan. Kepribadian ini menyukai aksi ketimbang berpikir.
Ciri-ciri orang yang memiliki tipe Wirausaha adalah memiliki kecakapan verbal (lisan), bersifat sosial, persuasif, implusif, ekstrovert, percaya diri, keagresifan lisan, suka bergaul, ramah, berani mengambil risiko, tidak ilmiah, emosi stabil, tidak intelektual, biasanya menginginkan status yang tinggi, berpikir praktis, pandai berkomunikasi, kongkret, ambisius, dominasi, optimisme, sosiabilitas, mudah menyesuaikan diri, memiliki jiwa pemimpin.
Pekerjaan yang cocok untuk orang yang bertipe ini adalah:Tenaga Penjualan
Pedagang, Penjualan Barang-barang Teknik, Pramuniaga, Juru Lelang, Tenaga Penjualan Real-Estate, Asuransi, Juru Taksir.Manajer Usaha Perdagangan dan Pemilik Usaha Perdagangan
Kontraktor, Importir, Spekulator, Investasi, Usaha Keuangan, Penerbit (Surat Kabar, Buku-buku), Promotor Olah Raga, Konsultan Biro Perjalanan.Manajer dan Pengawasan
Eksekutif Perusahaan dan manajer (bukan sekretaris-bendaharawan), Manajer Penjualan, Tenaga Penjualan, Pengawas Produksi dan Ahli (Bukan Mesin-mesin), Direktur (Penelitian dan Pengembangan Laboratorium), Advokat (Pengacara, Penasehat atau swasta tetapi bukan Hakim).Pengajar Perguruan Tinggi
Administrasi Niaga dan Manajemen, Hubungan Internasional (Program Pelayanan Asing), Ilmu Pemerintahan dan Politik, Hukum dan Sejarah.Lain-lainya
Politikus, Direktur Radio (TV, Penyiar, Produser), Dekan Fakultas, Diplomat, Petugas Kedutaan Asing, Manajer Personalia, Hubungan Perburuan (berhubungan dengan industri), Tenaga Klaim Asuransi, Ahli Psikologi Industri.
Jadi berdasarkan pembagian pekerjaan dan klasifikasi jabatan diatas maka orang yang memiliki tipe usaha memiliki ciri khas menggunakan keterampilan berbicara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk mempengaruhi orang lain dan lebih bersifat agresif serta kepemimpinan.
“C” untuk Conventional – Pribadi yang bersifat konvensional ini menyukai kegiatan yang mengikuti prosedur dan bersifat rutin. Mereka menyukai bekerja dengan data dan rincian ketimbang mencari gagasan. Mereka menyukai bekerja dengan standar yang rinci ketimbang memutuskan bekerja dengan cara sendiri. Kepribadian ini senang bekerja dimana garis wewenang terlihat jelas.
Ciri-ciri orang yang memiliki tipe Konvensional adalah orang yang selalu patuh pada peraturan, bersifat stereotip, praktis, rapih, suka bergaul, bebas, tidak sistematis, praktikalitas, kurang fleksibel, konservatif, keras hati, mudah terpengaruh, teliti, kurang berprestasi dibidang akademis, ketergantungan dengan orang lain, kurang efisien secara intelektual, stabil, penerimaan terhadap diri sendiri, ilmiah, tekun dan menilai diri sendiri rendah sebagai pemimpin tetapi tinggi dalam tanggung jawab.
Pekerjaan yang cocok untuk orang yang bertipe Konvensional adalah:Petugas Keuangan
Akuntan (Akuntan Publik yang berijazah, Aktuaris, Auditor, Pemegang Buku), Pegawai Bank, Pengkaji Anggaran Belanja, Analisis Keuangan, Kasir, Petugas atau Ahli Perpajakan, Pemeriksa Kredit, Analisis Kurs, Sekretaris- Bendahara Perusahaan.Pegawai Kantor
Juru Tata Usaha (Kantor Pos, Daftar Gaji, Pengiriman dan Penerimaan), Operator Peralatan IBM, Kepala Kantor (Manajer), Sekretaris dan Asisten (Administrasi Eksekutif), Manajer Perdagangan.Pengajar Perguruan Tinggi
Akunting, Perbankan, Bisnis (tidak termasuk administrasi dan manajemen), Perdagangan dan Keuangan Ekonomi.Lain-lainnya
Likwidator Bea Cukai (Pabean), Pengawas Inventaris, Pengawas Kualitas, Pengawas Rekaman, Juru Taksir Real Estate, Ahli Statistik (kecuali statistik teoritis), Korektor Cetakan, Juru Tata Usaha Perdagangan dan Stok.
Jadi berdasarkan pembagian pekerjaan dan klasifikasi jabatan diatas maka orang yang memiliki tipe konvensional memiliki kecenderungan terhadap kegiatan verbal, pengabdi, menyenangi bahasa yang numerical, dan berhasil memecahkan masalah dengan singkat.
Sumber Referensi
Internet tanggal 3 September 2024, pukul 09.37
https://ahmadfarisal.wor
dpress.com/2017/07/07/kenali-tipe-kepribadianmu-berdasarkan-teori-holland/
Dahlan. 1993. Penggunaan Inventori Eksplorasi Minat Jabatan Arahan Diri Sebagai Alat Bimbingan Karir Untuk Membantu Klien Memahami Pola Minat Jabatan. Malang: IKIP Malang.
Holland. 1985. Making Vocational Choices: A Theory of Vocational Personalities and Work Environments, 2nd edition. Prentice Hall.
Hutama, Praditya. 2015. Pengembangan Modul Informasi Karir untuk Peserta Didik Kelas X SMK Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Skripsi Universitas Negeri Jakarta.
Manrihu, Muhammad Thayeb . 1992 . Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier . Jakarta . Bumi Aksara.
Mundson, E Norman .2014. Elemen-Elemen Penting Dalam Konseling Karir ; Berbagai Proses Dan Teknik. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Winkel, W.S & Sri Hastuti . 2005. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan . Jakarta: PT. Grasindo.

