Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

MEMBANGUN KERJASAMA ANTAR UMAT BERAGAMA


a.   Pengertian Kerjasama Antar Umat Beragama
pulpenguru.blogspot.com
Kerjasama umat bragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical, menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian, saling menghormati, saling percaya diantara umat beragama, bahkan menerbitkan rumah ibadah.
Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat, menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan :  
1.   Saling tenggang rasa, saling menghargai, toleransi antar umat beragama
2.   Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
3.   Melaksanakan ibadah sesuai agamanya, dan
4.   Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah.
Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama, ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.

b. Manfaat Kerjasama Antar Umat Beragama
   
suduthukum.com

 Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara. Dialog antar umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa. "Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara,"
Tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur, berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. Pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa, baik secara ilmu maupun karakter. "Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama.
Kerjasama di antara umat beragama merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan kerjasama yang erat di antara mereka, kehidupan dalam masyarakat akan menjadi aman, tenteram, tertib, dan damai. Bentuk kerjasama antar umat beragama di antaranya sebagai berikut:
1.   Adanya dialog antar pemimpin agama
2.   Adanya kesepakatan di antara pemimpin agama untuk membina agamanya masing-masing.
3.   Saling memberikan bantuan bila terkena musibah bencana alam

Kerjasama Antar Umat Beragama

Kerja sama merupakan hubungan yang dinilai paling berhasil dalam suatu kemajemukan. Oleh karenanya hal ini menjadi mutlak dilakukan di negara kita yang majemuk. Kerja sama harus dilakukan untuk menghasilkan pembaruan yang diinginkan. Selain itu, kerja sama juga dapat memperkuat atau memberdayakan orang atau kelompok lain yang belum terlibat. Dengan kerja sama, masalah-masalah akibat perbedaan etnis, agama, dan budaya dapat diatasi. Contoh, kerja sama dalam pembangunan jembatan yang rusak dapat menyatukan warga di wilayah yang berbeda. Kerja sama dapat pula dilakukan antarumat beragama. Kerja sama antarumat beragama meliputi berbagai bidang. Beberapa bidang kerja sama antarumat beragama antara lain sebagai berikut :
1.    Penegakan Keadilan
Kerjasama antarumat beragama dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk mengurangi atau memberantas praktik ketidakadilan yang sudah menyengsarakan rakyat dan umat dalam waktu yang cukup lama. Misalnya, dengan melaporkan pihak yang melakukan korupsi kepada penegak hukum.
2.  Perbaikan taraf hidup  (ekonomi)
Kerja sama antarumat beragama memungkinkan adanya perbaikan taraf hidup bagi pemeluknya. Salah satu contoh kerja sama dalam bidang ini adalah penggalangan dana untuk membantu korban bencana dan membuka lapangan kerja untuk warga yang belum bekerja.
3.   Perbaikan Akhlak
Para pemimpin dan tokoh-tokoh agama dituntut untuk bisa bekerja sama dalam menyuarakan kehendak agama demi kebaikan, perdamaian, kebahagian, dan keselamatan umat manusia. Misalnya dengan mendukung diberantasnya perilaku seks bebas yang dapat merusak mental dan perilaku remaja.

Jangan lupa >>>>>Mohon Tanggapan dengan mengisi form dengan klik disini>>>>>>>>>>

c.   Kendala-Kendala dalam Kerukunan Antar Umat Beragama
1)  Rendahnya Sikap Toleransi

Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini, khususnya di Indonesia, adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. Knitter. Sikap ini muncul sebagai akibat dari pola perjumpaan tak langsung (indirect encounter) antar agama, khususnya menyangkut persoalan teologi yang sensitif. Sehingga kalangan umat beragama merasa enggan mendiskusikan masalah-masalah keimanan. Tentu saja, dialog yang lebih mendalam tidak terjadi, karena baik pihak yang berbeda keyakinan/agama sama-sama menjaga jarak satu sama lain. Masing-masing agama mengakui kebenaran agama lain, tetapi kemudian membiarkan satu sama lain bertindak dengan cara yang memuaskan masing-masing pihak. Yang terjadi hanyalah perjumpaan tak langsung, bukan perjumpaan sesungguhnya. Sehingga dapat menimbulkan sikap kecurigaan diantara beberapa pihak yang berbeda agama, maka akan timbullah yang dinamakan konflik.

Jangan lupa >>>>>Mohon Tanggapan dengan mengisi form dengan klik disini>>>>>>>>>>
2) Kepentingan Politik

kompasiana.com
Faktor Politik, Faktor ini terkadang menjadi faktor penting sebagai kendala dalam mncapai tujuan sebuah kerukunan anta umat beragama khususnya di Indonesia, jika bukan yang paling penting di antara faktor-faktor lainnya. Bisa saja sebuah kerukunan antar agama telah dibangun dengan bersusah payah selama bertahun-tahun atau mungkin berpuluh-puluh tahun, dan dengan demikian kita pun hampir memetik buahnya. Namun tiba-tiba saja muncul kekacauan politik yang ikut memengaruhi hubungan antaragama dan bahkan memorak-porandakannya seolah petir menyambar yang dengan mudahnya merontokkan “bangunan dialog” yang sedang kita selesaikan. Seperti yang sedang terjadi di negeri kita saat ini, kita tidak hanya menangis melihat political upheavels di negeri ini, tetapi lebih dari itu yang mengalir bukan lagi air mata, tetapi darah; darah saudara-saudara kita, yang mudah-mudahan diterima di sisi-Nya. Tanpa politik kita tidak bisa hidup secara tertib teratur dan bahkan tidak mampu membangun sebuah negara, tetapi dengan alasan politik juga kita seringkali menunggangi agama dan memanfaatkannya.

3) Sikap Fanatisme

Di kalangan Islam, pemahaman agama secara eksklusif juga ada dan berkembang. Bahkan akhir-akhir ini, di Indonesia telah tumbuh dan berkembang pemahaman keagamaan yang dapat dikategorikan sebagai Islam radikal dan fundamentalis, yakni pemahaman keagamaan yang menekankan praktik keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah ajaran agama seharusnya diadaptasikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Mereka masih berpandangan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan dapat menjamin keselamatan menusia.
Pandangan-pandangan semacam ini tidak mudah dikikis karena masing-masing sekte atau aliran dalam agama tertentu, Islam misalnya, juga memiliki agen-agen dan para pemimpinnya sendiri-sendiri. Islam tidak bergerak dari satu komando dan satu pemimpin. Ada banyak aliran dan ada banyak pemimpin agama dalam Islam yang antara satu sama lain memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang agamanya dan terkadang bertentangan. Tentu saja, dalam agama Kristen juga ada kelompok eksklusif seperti ini. Kelompok Evangelis, misalnya, berpendapat bahwa tujuan utama gereja adalah mengajak mereka yang percaya untuk meningkatkan keimanan dan mereka yang berada “di luar” untuk masuk dan bergabung. Bagi kelompok ini, hanya mereka yang bergabung dengan gereja yang akan dianugerahi salvation atau keselamatan abadi. Dengan saling mengandalkan pandangan-pandangan setiap sekte dalam agama teersebut, maka timbullah sikap fanatisme yang berlebihan
Pamela Espland dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Ramaja Gaul menuliskan 9 (sembilan) alasan bagi para remaja untuk pergi ke rumah ibadah atau menghadiri pertemuan-pertemuan keagamaan, yaitu sebagai berikut :
1.   Komunitas religius mengurangi tindakan-tindakan penuh resiko. Remaja yang aktif dalam kegiatan keagamaan memiliki risiko yang lebih kecil untuk terkena pengaruh negatif pergaulan, seperti penggunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, dsb, dibandingkan dengan remaja yang tidak bergabung dengan komunitas keagamaan.
2.   Komunitas religius mengajarkan nilai-nilai. Nilai-nilai kebaikan ini akan mengarahkan para pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan membuat pilihan-pilihan positif.
3.   Komunitas religius tidak memiliki batasan usia. Tiadanya batasan usia membuat kita dapat bertemu dengan orang-orang dari berbagai tingkatan usia.
4.   Komunitas religius menyediakan perlindungan dan sandaran. Kamu akan menjalin hubungan dengan guru-guru pelajaran agama, pemimpin kaum muda, rekan sebaya, keluarga, dan pembimbing yang peduli padamu dan selalu siap membantu pada saat senang dan susah.
5.   Komunitas religius menaruh harapan tinggi pada kaum muda. Pemahaman akan potensi besar membuat komunitas religius selalu memotivasi dan memfasilitasi remaja untuk tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, sukses dan berprestasi.
6.   Komunitas religius menyediakan kesempatan agar kamu menjadi anggota kelompok yang bisa berkontribusi.
7.   Komunitas religius mendorong kamu untuk melayani orang lain. Orang yang terbaik adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.
8.   Komunitas religius memupuk kemampuan bersosialisasi dan sifat kepemimpinan. Komunitas ini memberi kesempatan pada remaja untuk memimpin, merencanakan program, menjadi pemimpin agama bagi rekan-rekan sebaya dan anak yang lebih muda melalui kegiatan positif.
9.   Komunitas religus menawarkan stabilitas. Sesuatu yang dibuat oleh manusia pasti akan mengalami perubahan. Hanya nilai-nilai dan ajaran agama yang berasal dari Tuhan yang tidak akan pernah berubah.
Sumber :
  1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 12,     Yogyakarta, Paramitra 
  2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta, Paramitra 
  3. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games) dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra
>>>>>Mohon Tanggapan dengan mengisi form dengan klik disini>>>>>>>>>>


PPDB JAWA TIMUR

Dengan hormat,
Berikut ini tutorial dan informasi terkait PPDB jenjang SMA/SMK Jatim 2020.

*1. TUTORIAL UNTUK AMBIL PIN*


*2. UPT TIKP DISDIK JATIM*


*3. PPDB JATIM : 2020 KUOTA KHUSUS ANAK TENAGA KESEHATAN*


*4. PPDB JATIM 2020 : KETENTUAN ANAK GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN*


*5. PPDB JATIM 2020 : SURAT KETERANGAN TIDAK BUTA WARNA DAN TINGGI BADAN DAPAT DIGANTI*


*6. PPDB JATIM 2020 : VERIFIKASI NILAI RAPOR*


*7. PPDB JATIM 2020 : PENJELASAN TENTANG ZONA*


*8. JUKNIS PPDB SMA/SMK/PKPLK JATIM 2020*


*9. PPDB JATIM 2020 : CALL CENTRE*


*INFO RESMI PPDB JATIM 2020*
Kini dapat diakses melalui Channel Youtube UPT. TIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Non Komersial)
Untuk dapatkan update info terbaru.
Terimakasih.


Achmad Alfian Majdi,
Ka. UPT. Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP)
Dinas Pendidikan Prov. Jatim


INFORMASI PMR SMAN 1 WRINGINANOM

Materi Pembelajaran COVID’19

Apa itu CORONAVIRUS ?




Silakan Klik Materi di bawah ini


SELANJUTNYA ISI >>>>>>DAFTAR HADIR>>>>>>YAAA


Surat Pemberitahuan Kelulusan

Download Surat Edaran >>>>>>>>>>>klik disini Download Daftar siswa Lulus >>>>>klik disini atau klik disini, jika belum tampil buka DAFTAR SISWA LULUS

Rapat Pleno Kelulusan Lihat disini 

Upacara Peringatan Hari Pendidikan 2020 Online


Download pidato Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020 Klik disini

Hari Pendidikan Nasional 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selaku panitia peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 . Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang umumnya dilakukan satuan pendidikan, kantor Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, serta perwakilan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri sebagai bentuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Pemberitahuan ini disampaikan melalui surat yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 42518/MPK.A/TU/2020 tanggal 29 April 2020.

"Kemendikbud menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas Tahun 2020 pada tanggal 2 Mei 2020 pukul 08.00 WIB secara terpusat, terbatas, dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah. Hal ini kita lakukan tanpa mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara," ujar Sekretaris Jenderal Kemendikud Ainun Na'im di Jakarta, Rabu (29/04).

Sesjen Kemendikbud mengimbau instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk mengikuti jalannya upacara bendera secara virtual melalui siaran langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI dari rumah ataupun tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, Kemendikbud juga mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri tidak mengadakan kegiatan/aktivitas peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi.

"Kita tetap perhatikan anjuran Bapak Presiden untuk melakukan pembatasan sosial dan jaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Ainun.

Adapun demikian, untuk memperingati dan memeriahkan Hardiknas Tahun 2020 insan pendidikan dapat melakukan beragam aktivitas/kegiatan kreatif yang menjaga dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat Covid-19, mendorong pelibatan dan partisipasi publik, serta mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami juga mengajak insan pendidikan untuk dapat menyaksikan program peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang diberi judul sesuai tema, yakni 'Belajar dari Covid-19' di TVRI pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 pukul 19.00 WIB," terang Ainun Na'im.

Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 disusun dengan memerhatikan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coronavirus Disease 2019 dan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 sebagai Bencana Nasional.

Sumber : 

4 Macam Tipe Soal TPS Pengetahuan Kuantitatif UTBK 2020

pahamify.com

Pemerintah telah mengumumkan jadwal terbaru dari LTMPT yang akan dilaksanakan pada 5 - 12 Juli 2020. Jadi, anda punya waktu kurang lebih dua bulan lagi buat memantapkan belajar anda. Tapi, jangan sampai lupa istirahat dan jaga kesehatan.

Sebelumnya, anda sudah mengetahui apa itu Tes Potensi Skolastik (TPS). Tes ini digunakan untuk mengukur potensi dalam ranah kemampuan kognitif, logika, atau nalar dan pemahaman umum. Pada tes ini, terdapat 4 subtes, yaitu Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan, Pengetahuan Umum, dan Pengetahuan Kuantitatif.
Dari keempat subtes tersebut, anda harus paham  bagaimana tipe soal dari setiap subnya. Sebenarnya bagaimana tipe soal TPS (tes potensi skolastik) pengetahuan kuantitatif?

1. Berbentuk pilihan ganda biasa

Pada tipe ini, anda akan diberikan soal mengenai logika dasar dan matematika level dasar. Meskipun begitu, tidak jarang anda akan menemui kesulitan. Kuncinya, anda harus pahami dulu konsep dasarnya agar bisa mengerjakan soal ini dengan cepat dan tepat.

Contoh soal:

Subtopik: Bilangan

Jika A* adalah bilangan pembulatan bilangan A ke satuan terdekat, maka nilai A - A* untuk A = 8.922 adalah ...

A. 0,078
B. 0,922
C. 0
D. -0,078
E. -0,922

Jawaban: D

Pembahasan:

Karena A = 8.992, maka akan didapat A* = 9. Sehingga A - A* = 8.992 - 9 = -0,078
2. Terdapat pilihan (1), (2), (3), dan (4)
Pada soal tipe ini, anda akan diberikan sebuah pertanyaan dan 4 informasi. Lalu, anda diminta untuk memilih informasi mana yang benar berdasarkan pernyataan yang diberikan.

Contoh soal:

Subtopik: Bilangan

(1) 39.999 bulan
(2) 599 lustrum
(3) 399 dasawarsa
(4) 299 windu

Manakah waktu yang setara dengan lebih dari 3.000 tahun?
A. (1), (2), dan (3) SAJA yang benar.
B. (1) dan (3) SAJA yang benar.
C. (2) dan (4) SAJA yang benar.
D. HANYA (4) yang benar
E. SEMUA pilihan benar.

Jawaban: B

Pembahasan:

(1) 39.999 bulan
Ingat bahwa 12 bulan = 1 tahun atau 1 bulan = 1/12 tahun. Maka, Sehingga lebih dari 3.000 tahun.



(2) 599 lustrum
Ingat bahwa 1 lustrum = 5 tahun. Maka,
Sehingga, kurang dari 3.000 tahun.
(3) 399 dasawarsa
Ingat bahwa 1 dasawarsa = 10 tahun. Maka,



Sehingga, lebih dari 3.000 tahun.
(4) 299 windu
Ingat bahwa 1 windu = 8 tahun. Maka,



Sehingga, kurang dari 3.000 tahun.
Maka, waktu yang setara dengan lebih dari 3.000 tahun ditunjukkan oleh nomor (1) dan (3).

3. Analisis kecukupan data

Pada tipe ini, anda akan diberikan sebuah pertanyaan dan dua informasi. Anda diminta untuk menganalisis informasi mana saja yang dibutuhkan, sehingga pertanyaan yang diberikan dapat terjawab.

Contoh soal:

Subtopik: Aljabar

Diketahui beberapa kamar di hotel A akan ditempati oleh atlet-atlet olimpiade. Berapa banyak atlet yang akan menginap?

(1) Jika satu kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi.
(2) Jika satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar.

A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
B. Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
C. DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
D. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

Jawaban: C

Pembahasan:

Misalkan, banyaknya kamar adalah x dan banyaknya atlet adalah y.
Pernyataan (1)
Jika satu kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi, sehingga banyak kamar yang digunakan adalah x - 1 kamar. Karena setiap kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka banyaknya atlet secara keseluruhan adalah:




Perhatikan bahwa banyaknya atlet masih bergantung dengan banyaknya kamar, sehingga belum terjawab berapa banyak atlet yang akan menginap.

Pernyataan (2)
Jika satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar. Satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka banyak atlet yang sudah menempati kamar adalah 6x. Tetapi, terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapat kamar. Sehingga banyak atlet secara keseluruhan adalah:



Perhatikan bahwa banyaknya atlet masih bergantung dengan banyaknya kamar, sehingga belum terjawab berapa banyak atlet yang akan menginap. Jadi, masing-masing pernyataan tidaklah cukup untuk menjawab pertanyaan. Maka, cek gabungan kedua pernyataan.

Gabungan pernyataan (1) dan (2)
Jika satu kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi. Jika satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar. Dari kedua pernyataan didapat dua buah persamaan, yaitu:


Sehingga,




Maka,



Sehingga, terjawab bahwa terdapat 140 atlet yang akan menginap. Maka, DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.

4. Analisis perbandingan dua nilai

Pada tipe ini, anda akan diberikan sebuah informasi dan dua buah variabel (misal P dan Q). Umumnya, variabel P nilainya dicari berdasarkan informasi yang diberikan dan variabel Q nilainya diberikan. Kemudian, anda diminta untuk menentukan hubungan antara variabel P dan Q, mana yang lebih besar nilainya.

Contoh soal:

Subtopik: Bilangan

Sebanyak 20 jeruk di kotak P, masing-masing memiliki berat yang kurang dari setiap jeruk yang ada di kotak Q. Jika di kotak Q terdapat 19 jeruk, berapakah median berat dari 39 jeruk di kotak P dan Q?

(1) Berat dari jeruk yang paling ringan di kotak Q adalah 90 gram.
(2) Berat dari jeruk yang paling berat di kotak P adalah 75 gram.

A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
B. Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
C. DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
D. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

Jawaban: B

Pembahasan:

Misalkan, berat jeruk-jeruk tersebut setelah diurutkan dari yang paling ringan hingga paling berat adalah x1, x2, x3, …, x39. Maka jeruk-jeruk dengan berat x1, x2, x3, …, x20 berada di kotak P dan jeruk-jeruk dengan berat x21, x22, x23, …, x39 berada di kotak Q.
Median berat dari 39 jeruk tersebut adalah x20, yang berarti berat jeruk yang paling berat di kotak P.

Semoga bermanfaat.
Mohon isi instrumen>>>>>>>>disini atau klik instrumen penilaian 

Sumber :


Filosofi Dari Logo Hari Pendidikan Nasional 2020

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2020 dilengkapi dengan logo yang dilambangkan dengan sebuah bintang, Bintang Pendidikan. Tema yang diusung pada perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 ini adalah Belajar dari Covid.

Logo ini memancarkan semangat yang begitu nyata. Pilihan warna dari logo ini memiliki makna semangat kreatifitas dan inovasi generasi muda dalam memaksimalkan potensi intelektualnya.

Logo dibentuk dari 3 elemen yang terdiri dari Bintang, Keceriaan dan Pena. Dengan masing-masing elemen menggambarkan Hari Pendidikan Nasional 2020 untuk melahirkan generasi berprestasi.

Makna dari masing-masing ketiga elemen logo Hardiknas sebagai berikut:

Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.

Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.

Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan

Hari Pendidikan Nasional sendiri ditetapkan pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara yaitu pada tanggal 2 Mei.

Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Ki Hadjar Dewantara juga merupakan pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia.

Semangat yang digambarkan pada logo ini dilambangkan Mulai dari warna yang memiliki makna semangat kreatifitas dan inovasi generasi muda dalam memaksimalkan potensi intelektualnya. Logo dibentuk dari 3 elemen yang terdiri dari Bintang, Keceriaan dan Pena. Bintang mengambarkan semangat Hardiknas untuk melahirkan generasi berprestasi. Kecerian mengambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan penuh antusiasme untuk menuntut ilmu. Pena mengambarkan karya intelektual yang dihasilkan dari proses pendidikan yang profesional.


Sumber :

Kriteria Kelulusan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,
secara resmi menyampaikan pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020. Peniadaan UN berlaku untuk satuan pendidikan jenjang SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di Indonesia dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Ketetapan ini tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.

>>>>>>>>>>>>>Baca Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020

Aturan mengenai kelulusan sudah diatur dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat Penyebaran Coronavirus Disease (covid-2019). Dalam poin 3 surat edaran tersebut dijelaskan:

  1. Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini. 
  2. Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. 
  3. Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. 
  4. Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. 
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Plt Kabalitbang) Totok Suprayitno, US tidak hanya mengacu pada ujian tertulis, tetapi juga mencakup nilai rapor dan prestasi yang dimiliki siswa selama menempuh pendidikan. Untuk ujian tertulis (daring), materi yang akan tertuang dalam US merupakan kewenangan guru yang bersangkutan. Sekolah kini berperan sebagai penentu kelulusan siswa dengan berdasarkan evaluasi yang dilakukan guru. Sehingga penguasaan materi sangat bergantung dari cara siswa dan guru dalam memaksimalkan pembelajaran daring selama situasi darurat. Totok juga menyampaikan siswa akan tetap menerima ijazah tanpa mencantumkan nilai UN, karena sejak tahun 2015 UN lagi menjadi penentu kelulusan.

Sekolah yang telah melaksanakan US dapat menggunakan nilai US untuk menentukan kelulusan siswa. Sekolah memiliki hak penuh untuk membuat kriteria kelulusan yang mengacu kepada surat edaran Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020, termasuk kenaikan kelas, karena kenaikan kelas juga hak penuh dari sekolah, dan Dinas Pendidikan hanya memotivasi dan memberikan arahan agar mengarah kepada surat edaran kementerian.

Tentunya juga tidak mengabaikan penilaian sikap. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik juga dapat menentukan kelulusan siswa.

Mohon isi daftar hadir >>>>>>>>>>>>>>>>>>disini
Mohon isi instrumen>>>>>>>>>>>>>>>>>>disini


Sumber :

Lanjut Kuliah atau Kerja

terbarukoleksisosial.blogspot.com
Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling sering muncul, menimbulkan dilema bahkan sampai dilema tingkat dewa, ‘Lanjut kuliah atau kerja?’ padahal pertanyaannya sangat sederhana dan tinggal pilih salah satunya. Tapi sungguh tidak segampang itu menjawabnya, jawabanmu lanjut pendidikan atau langsung kerja akan menentukan bagaimana jalan hidupmu di masa depan, bahkan hingga tua dan mati.

Benar-benar sebuah dilema!
Banyak orang berpendapat bahwa jika kuliah, nantinya akan memudahkan kita untuk meniti karier dan mendapat pekerjaan yang layak. Tapi tidak sedikit orang juga mengatakan bahwa tanpa kuliah pun kita akan tetap mendapat pekerjaan. Yang ada, mereka yang kuliah malah hanya membuang-buang waktu dan biaya tidak sedikit yang belum tentu mendapatkan pekerjaan.

Sebenarnya, pilihan hidup tersebut mengarah kembali pada diri kita, bagaimana cara pandang kita tentang lanjut kuliah terlebih dahulu baru kerja, ataupun kerja saja tanpa kuliah terlebih dahulu.
“Apakah dengan kuliah dapat memudahkan kita mendapatkan pekerjaan kelak?”
Kuliah adalah sebuah kegiatan dimana kamu menuntut ilmu yang tingkatannya lebih tinggi daripada SMA atau sederajat. Secara otomatis, kamu dapat menambah pengetahuan tentang hal-hal yang belum kamu dapatkan sebelumnya di pendidikan SMA sederajat.

Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mencari pegawai-pegawainya dari lulusan universitas-universitas atau institusi lainnya. Jadi peluang untuk bekerja memang lebih besar. Bahkan banyak perusahaan-perusahaan atau institusi pemerintah yang lebih memilih merekrut Fresh Graduate atau lulusan-lulusan muda, jadi kesempatan untuk bekerja lebih banyak.

“Kalau kuliah dulu, kan pasti langsung dapat kerja?”

Jangan salah sangka dulu, semua itu belum dapat dikatakan pasti, karena itulah bisa juga dikatakan tidak, lulusan universitas atau institusi pendidikan setelah SMA belum tentu bisa langsung dapat bekerja setelah lulus kuliah. Yang ada malah banyak menganggur, atau bekerja bukan pada tempat seharusnya, mereka kadang bekerja dimana ijazah sarjana tidak terpakai, bahkan ada sarjana-sarjana yang tidak mendapat pekerjaan.

Hal itu terjadi karena memang saat ini banyak perusahaan yang selain mencari lulusan perguruan tinggi juga mempertimbangkan pengalaman bekerja. Pengalaman bekerja itulah yang biasanya belum didapatkan oleh lulusan perguruan tinggi, terutama yang selama kuliahnya hanya fokus pada belajar tanpa ikut organisasi dan kegiatan-kegiatan sosial.

Kalau kamu kuliah, pun belum tentu juga kamu dapat menyelesaikannya dengan baik, terkadang mahasiswa banyak yang IP-nya rendah, hal itu pun akan mempengaruhi kesempatan dari bekerja. Apalagi kalau kamu memang tidak cocok atau biasa disebut salah masuk jurusan dari awal, bisa-bisa kamu yang ada malah tidak lulus dari perguruan tinggi.

“Bagaimana jika langsung bekerja?”

Tidak ada salahnya jika lulus dari pendidikan SMA atau sederajatnya kamu langsung bekerja. Banyak yang beranggapan kuliah itu tidaklah penting, yang penting bagaimana cara agar kita mendapatkan pekerjaan.

Banyak orang sukses di luar sana yang hanya lulusan SMA atau sederajat, karena dari bekerja itulah pengalaman kita menjadi banyak untuk dapat kita pelajari.Tapi biasanya, jika kita bekerja dengan mengandalkan ijazah SMA kita tidak akan mendapatkan posisi yang tinggi dalam sebuah perusahaan karena memang untuk posisi atas biasanya pihak perusahaan mencari pegawai-pegawai yang tingkat pendidikannya lebih tinggi.

 “Kalau kerja sambil kuliah, bisa nggak?”

Jelas untuk pertanyaan ini kita akan menjawab “bisa”. Banyak institusi-institusi yang menyediakan kuliah untuk pegawai-pegawai. Atau pekerjaan-pekerjaan paruh waktu untuk mahasiswa yang ingin bekerja.

Jadi kamu sambil bekerja untuk mendapat pengalaman dan penghasilan, juga mendapat ilmu lebih dari kuliah. Memang sulit untuk dilakukan, tapi dengan niat yang besar, kamu dapat menyelesaikan kuliah tanpa mengganggu pekerjaan. Manajemen waktu sangat penting di sini. Dengan begitu, secara otomatis kamu akan mendapatkan setidaknya pendidikan dan ijazah yang lebih tinggi dari sekedar pendidikan dan ijazah SMA.

Untuk lebih jelasnya lagi, berikut beberapa masing-masing keuntungan jika kamu memilih melanjutkan pendidikan dengan kuliah atau langsung kerja.
Keuntungan jika kamu lanjut kuliah

Ini yang paling lazim dilakukan banyak orang, setelah lulus SMA langsung melanjutkan kuliah, asalkan tak terbentur biaya biasanya mereka langsung mendaftar di PTN atau PTS favoritnya. Berikut adalah keuntungannya;

Lingkungan belajar yang kondusif
Kampus adalah tempat yang cocok untuk belajar segala hal dari teori hingga praktek dan kamu tak perlu takut untuk bereksperimen dengan apa pun. Berbeda dengan lingkungan kerja atau kantor, dimana kamu dituntun untuk tidak melakukan kesalahan, kecuali itu usaha yang kamu dirikan sendiri.

Kamu akan memiliki modal ijazah
Setelah kurang lebih 4 tahun kuliah maka kita akan mendapatkan teori perkuliahan dan yang terpenting adalah ijazah. Dengan ijazah maka kemampuan kita diakui oleh negara, selain itu ijazah masih menjadi patokan rata-rata perusahaan dalam merekrut karyawan baru dibandingkan pengalaman kerja.

Memiliki jaringan yang luas
Dengan lingkungan kampus yang di dalamnya terdapat banyak orang dari barbagai darah dan waktu kuliah yang lebih sedikit dibandingkan saat bekerja, maka kamu akan lebih mudah membangun jaringan pertemanan dibanding bila sudah bekerja, saat bekerja kamu hanya akan berfokus pada pekerjaan dan hanya bergaul pada orang yang terbatas.
Keuntungan jika kamu langsung bekerja

Berbeda jika kamu memulai dengan bekerja terlebih dulu baru kuliah, biasanya hal ini dilakukan secara simultan, bekerja untuk membiayai kuliah sehingga saat lulus, selain ijazah kamu pun sudah mendapat pengalaman kerja.

Beberapa keuntungan bila langsung bekerja adalah:

Belajar dari pengalaman
Bekerja bisa dibilang membuktikan teori yang pernah kamu pelajari di bangku pendidikan formal, tanpa mempelajari teori mungkin kamu akan lebih sulit dalam bekerja, namun itu bukanlah sebuah kekurangan karena pengalaman adalah guru terbaik.

Pengalaman kerja
Sudah tentu bekerja memberikan pengalaman berbeda yang bisa menjadi keunggulan tersendiri dibanding mereka yang masih duduk di bangku kuliah. Mendapatkan pengalaman kerja, artinya selangkah lebih maju dibandingkan teman-temanmu yang masih berkutatat dengan kuliah.

Jenjang karir
Setiap orang memulai jenjang karirnya dari bawah lalu perlahan naik. Bila kamu mulai meniti karir dari awal maka harusnya kamu dapat mencapai jenjang atas lebih dulu dibandingkan orang lain. Berbeda dengan lulusan kuliah tanpa pengalaman kerja, biasanya mereka mesti meniti dari bawah.

***
Pilih kuliah atau kerja, dan apapun yang menjadi pilihan hidupmu, akan membuat suatu jalan ke depan. Jadi, pilihlah dengan sebaik-baiknya jika memang tidak ingin rugi dan menyesal di kemudian hari. Jika ingin kuliah, carilah program studi/jurusan yang memang memiliki kesempatan kerja tinggi dan cocok dengan diri kamu, kamu minati.

Bill Gates memang putus kuliah, Bob Sadino juga tidak selesaikan sekolahnya tapi mereka gigih berjuang untuk menutupi kekurangan mereka di bangku pendidikan formal/kuliah dan akhirnya pun mereka sama bahkan lebih sukses dari orang yang pernah dan lulus kuliah
Intinya adalah kuliah untuk menunjang pekerjaan yang lebih baik, sedangkan bekerja untuk membiayai kuliah untuk tingkat lanjut. Namu jika pintar membagi waktu lebih baik lagi kuliah sambil kerja.

>>>>>>>>>>>>>>Isi daftar hadir >>>>>>>>>>Disini
>>>>>>>>>>>>>>Isi Instrumen  >>>>>>>>>>>Disini

Sumber:

Maindfulness - Panduan Pernafasan Menghadapi Pandemi Codvid-19

Emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama "terisolasi" di dalam rumah ataupun tempat tertentu. Di masa pandemi virus corona atau Covid-19, masyarakat harus lebih waspada dengan  perasaan tersebut. Sebab, banyak dari kita yang harus tinggal di rumah sampai waktu yang belum ditentukan, guna mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Gejala yang muncul akibat terlalu sering berada di rumah tidak hanya sekadar merasa bosan saja. Tapi jauh lebih serius dari itu. Berikut ini adalah gejala yang harus diwaspadai selama masa darurat virus corona:

• Kegelisahan
• Turunnya motivasi
• Mudah tersinggung
• Mudah putus asa
• Sulit berkonsentrasi
• Pola tidur tidak teratur
• Sulit bangun dari tidur
• Lemah lesu
• Sulit percaya pada orang di sekitar
• Tidak sabaran
• Merasa sedih dan depresi untuk waktu yang lama

Maka untuk mengurangi perasaan - perasaan tersebut, dengan melakukan teknik pernafasan atau juga disebut Maindfulness. 

Apa itu Maindfullness? simak baik-baik slide dibawah.


Atau Anda simak panduan pernafasan pada gambar di bawah

sumber: https://psikologi.unair.ac.id/en_US/

Demikian semoga bermanfaat.

Mohon Mengisi daftar hadir >>>>>>>>DISINI


Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=3ixDelEwTo0
https://psikologi.unair.ac.id/en_US/