Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik
INFORMASI PMR SMAN 1 WRINGINANOM
Materi Pembelajaran COVID’19
Apa itu CORONAVIRUS ?
Silakan Klik Materi di bawah ini
SELANJUTNYA ISI >>>>>>DAFTAR HADIR>>>>>>YAAA
Surat Pemberitahuan Kelulusan
Download Surat Edaran >>>>>>>>>>>klik disini Download Daftar siswa Lulus >>>>>klik disini atau klik disini, jika belum tampil buka DAFTAR SISWA LULUS
Rapat Pleno Kelulusan Lihat disini
Rapat Pleno Kelulusan Lihat disini
Hari Pendidikan Nasional 2020
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selaku panitia peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 . Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang umumnya dilakukan satuan pendidikan, kantor Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, serta perwakilan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri sebagai bentuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Pemberitahuan ini disampaikan melalui surat yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 42518/MPK.A/TU/2020 tanggal 29 April 2020.
"Kemendikbud menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas Tahun 2020 pada tanggal 2 Mei 2020 pukul 08.00 WIB secara terpusat, terbatas, dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah. Hal ini kita lakukan tanpa mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara," ujar Sekretaris Jenderal Kemendikud Ainun Na'im di Jakarta, Rabu (29/04).
Sesjen Kemendikbud mengimbau instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk mengikuti jalannya upacara bendera secara virtual melalui siaran langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI dari rumah ataupun tempat tinggal masing-masing.
Selain itu, Kemendikbud juga mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri tidak mengadakan kegiatan/aktivitas peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi.
"Kita tetap perhatikan anjuran Bapak Presiden untuk melakukan pembatasan sosial dan jaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Ainun.
Adapun demikian, untuk memperingati dan memeriahkan Hardiknas Tahun 2020 insan pendidikan dapat melakukan beragam aktivitas/kegiatan kreatif yang menjaga dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat Covid-19, mendorong pelibatan dan partisipasi publik, serta mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
"Kami juga mengajak insan pendidikan untuk dapat menyaksikan program peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang diberi judul sesuai tema, yakni 'Belajar dari Covid-19' di TVRI pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 pukul 19.00 WIB," terang Ainun Na'im.
Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 disusun dengan memerhatikan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coronavirus Disease 2019 dan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 sebagai Bencana Nasional.
Sumber :
4 Macam Tipe Soal TPS Pengetahuan Kuantitatif UTBK 2020
![]() |
| pahamify.com |
Pemerintah telah
mengumumkan jadwal terbaru dari LTMPT yang akan dilaksanakan pada 5 - 12 Juli 2020. Jadi, anda punya
waktu kurang lebih dua bulan lagi buat memantapkan belajar anda.
Tapi, jangan sampai lupa istirahat dan jaga kesehatan.
Sebelumnya, anda sudah
mengetahui apa itu Tes Potensi Skolastik (TPS).
Tes ini digunakan untuk mengukur potensi dalam ranah kemampuan kognitif,
logika, atau nalar dan pemahaman umum. Pada tes ini, terdapat 4 subtes, yaitu
Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan, Pengetahuan Umum, dan Pengetahuan
Kuantitatif.
Dari keempat subtes
tersebut, anda harus paham bagaimana tipe soal dari setiap subnya.
Sebenarnya bagaimana tipe soal TPS (tes potensi skolastik) pengetahuan
kuantitatif?
1. Berbentuk pilihan
ganda biasa
Pada tipe ini, anda
akan diberikan soal mengenai logika dasar dan matematika level dasar. Meskipun
begitu, tidak jarang anda akan menemui kesulitan. Kuncinya, anda harus pahami
dulu konsep dasarnya agar bisa mengerjakan soal ini dengan cepat dan tepat.
Contoh soal:
Subtopik: Bilangan
Jika A* adalah
bilangan pembulatan bilangan A ke satuan terdekat, maka nilai A - A* untuk A =
8.922 adalah ...
A. 0,078
B. 0,922
C. 0
D. -0,078
E. -0,922
Jawaban: D
Pembahasan:
Karena A =
8.992, maka akan didapat A* = 9. Sehingga A - A* = 8.992 -
9 = -0,078
2. Terdapat pilihan
(1), (2), (3), dan (4)
Pada soal tipe ini, anda
akan diberikan sebuah pertanyaan dan 4 informasi. Lalu, anda diminta untuk
memilih informasi mana yang benar berdasarkan pernyataan yang diberikan.
Contoh soal:
Subtopik: Bilangan
(1) 39.999 bulan
(2) 599 lustrum
(3) 399 dasawarsa
(4) 299 windu
Manakah waktu yang
setara dengan lebih dari 3.000 tahun?
A. (1), (2), dan (3)
SAJA yang benar.
B. (1) dan (3) SAJA
yang benar.
C. (2) dan (4) SAJA
yang benar.
D. HANYA (4) yang benar
E. SEMUA pilihan benar.
Jawaban: B
Pembahasan:
(1) 39.999 bulan
Ingat bahwa 12 bulan =
1 tahun atau 1 bulan = 1/12 tahun. Maka, Sehingga lebih dari
3.000 tahun.
(2) 599 lustrum
Ingat bahwa 1 lustrum =
5 tahun. Maka,
Sehingga, kurang dari
3.000 tahun.
(3) 399 dasawarsa
Ingat bahwa 1 dasawarsa
= 10 tahun. Maka,
Sehingga, lebih dari
3.000 tahun.
(4) 299 windu
Ingat bahwa 1 windu = 8
tahun. Maka,
Sehingga, kurang dari
3.000 tahun.
Maka, waktu yang setara
dengan lebih dari 3.000 tahun ditunjukkan oleh nomor (1) dan (3).
3. Analisis kecukupan
data
Pada tipe ini, anda
akan diberikan sebuah pertanyaan dan dua informasi. Anda diminta untuk
menganalisis informasi mana saja yang dibutuhkan, sehingga pertanyaan yang
diberikan dapat terjawab.
Contoh soal:
Subtopik: Aljabar
Diketahui beberapa
kamar di hotel A akan ditempati oleh atlet-atlet olimpiade. Berapa banyak atlet
yang akan menginap?
(1) Jika satu kamar
diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi.
(2) Jika satu kamar
diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan
kamar.
A. Pernyataan (1) SAJA
cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
B. Pernyataan (2) SAJA
cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
C. DUA pernyataan
BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak
cukup.
D. Pernyataan (1) SAJA
cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
E. Pernyataan (1) dan
pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.
Jawaban: C
Pembahasan:
Misalkan, banyaknya
kamar adalah x dan banyaknya atlet adalah y.
Pernyataan (1)
Jika satu kamar diisi
oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi, sehingga banyak
kamar yang digunakan adalah x - 1 kamar. Karena setiap kamar diisi oleh 7 orang
atlet, maka banyaknya atlet secara keseluruhan adalah:
Perhatikan bahwa
banyaknya atlet masih bergantung dengan banyaknya kamar, sehingga belum
terjawab berapa banyak atlet yang akan menginap.
Pernyataan (2)
Jika satu kamar diisi
oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar.
Satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka banyak atlet yang sudah menempati kamar
adalah 6x. Tetapi, terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapat kamar. Sehingga
banyak atlet secara keseluruhan adalah:
Perhatikan bahwa
banyaknya atlet masih bergantung dengan banyaknya kamar, sehingga belum
terjawab berapa banyak atlet yang akan menginap. Jadi, masing-masing pernyataan
tidaklah cukup untuk menjawab pertanyaan. Maka, cek gabungan kedua pernyataan.
Gabungan pernyataan (1)
dan (2)
Jika satu kamar diisi
oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi. Jika satu kamar
diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan
kamar. Dari kedua pernyataan didapat dua buah persamaan, yaitu:
Sehingga,
Maka,
Sehingga, terjawab
bahwa terdapat 140 atlet yang akan menginap. Maka, DUA pernyataan BERSAMA-SAMA
cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
4. Analisis
perbandingan dua nilai
Pada tipe ini, anda
akan diberikan sebuah informasi dan dua buah variabel (misal P dan Q). Umumnya,
variabel P nilainya dicari berdasarkan informasi yang diberikan dan variabel Q
nilainya diberikan. Kemudian, anda diminta untuk menentukan hubungan antara variabel
P dan Q, mana yang lebih besar nilainya.
Contoh soal:
Subtopik: Bilangan
Sebanyak 20 jeruk di
kotak P, masing-masing memiliki berat yang kurang dari setiap jeruk yang ada di
kotak Q. Jika di kotak Q terdapat 19 jeruk, berapakah median berat dari 39
jeruk di kotak P dan Q?
(1) Berat dari jeruk
yang paling ringan di kotak Q adalah 90 gram.
(2) Berat dari jeruk
yang paling berat di kotak P adalah 75 gram.
A. Pernyataan (1) SAJA
cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
B. Pernyataan (2) SAJA
cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
C. DUA pernyataan
BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak
cukup.
D. Pernyataan (1) SAJA
cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
E. Pernyataan (1) dan
pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.
Jawaban: B
Pembahasan:
Misalkan, berat
jeruk-jeruk tersebut setelah diurutkan dari yang paling ringan hingga paling
berat adalah x1, x2, x3, …, x39. Maka jeruk-jeruk dengan berat x1, x2, x3, …, x20 berada
di kotak P dan jeruk-jeruk dengan berat x21, x22, x23, …, x39 berada di
kotak Q.
Median berat dari 39
jeruk tersebut adalah x20, yang berarti berat jeruk yang paling berat di kotak
P.
Sumber :
Filosofi Dari Logo Hari Pendidikan Nasional 2020
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2020 dilengkapi dengan logo yang dilambangkan dengan sebuah bintang, Bintang Pendidikan. Tema yang diusung pada perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 ini adalah Belajar dari Covid.
Logo ini memancarkan semangat yang begitu nyata. Pilihan warna dari logo ini memiliki makna semangat kreatifitas dan inovasi generasi muda dalam memaksimalkan potensi intelektualnya.
Logo dibentuk dari 3 elemen yang terdiri dari Bintang, Keceriaan dan Pena. Dengan masing-masing elemen menggambarkan Hari Pendidikan Nasional 2020 untuk melahirkan generasi berprestasi.
Makna dari masing-masing ketiga elemen logo Hardiknas sebagai berikut:
Bintang, menggambarkan semangat Hardiknas yang selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang sangat dinamis.
Keceriaan, menggambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan, penuh dengan antusiasme, dan gotong royong serta partisipasi publik.
Pena, menggambarkan proses pendidikan sebagai sebuah proses penciptaan mahakarya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spritual dalam pelaksanaan
Hari Pendidikan Nasional sendiri ditetapkan pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara yaitu pada tanggal 2 Mei.
Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Ki Hadjar Dewantara juga merupakan pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia.
Semangat yang digambarkan pada logo ini dilambangkan Mulai dari warna yang memiliki makna semangat kreatifitas dan inovasi generasi muda dalam memaksimalkan potensi intelektualnya. Logo dibentuk dari 3 elemen yang terdiri dari Bintang, Keceriaan dan Pena. Bintang mengambarkan semangat Hardiknas untuk melahirkan generasi berprestasi. Kecerian mengambarkan suasana pendidikan Indonesia yang menggembirakan penuh antusiasme untuk menuntut ilmu. Pena mengambarkan karya intelektual yang dihasilkan dari proses pendidikan yang profesional.
Sumber :
Kriteria Kelulusan
Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,
secara resmi menyampaikan pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020. Peniadaan UN berlaku untuk satuan pendidikan jenjang SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di Indonesia dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Ketetapan ini tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.
secara resmi menyampaikan pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020. Peniadaan UN berlaku untuk satuan pendidikan jenjang SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di Indonesia dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Ketetapan ini tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.
>>>>>>>>>>>>>Baca Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020
Aturan mengenai kelulusan sudah diatur dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat Penyebaran Coronavirus Disease (covid-2019). Dalam poin 3 surat edaran tersebut dijelaskan:
- Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini.
- Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.
- Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.
- Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Plt Kabalitbang) Totok Suprayitno, US tidak hanya mengacu pada ujian tertulis, tetapi juga mencakup nilai rapor dan prestasi yang dimiliki siswa selama menempuh pendidikan. Untuk ujian tertulis (daring), materi yang akan tertuang dalam US merupakan kewenangan guru yang bersangkutan. Sekolah kini berperan sebagai penentu kelulusan siswa dengan berdasarkan evaluasi yang dilakukan guru. Sehingga penguasaan materi sangat bergantung dari cara siswa dan guru dalam memaksimalkan pembelajaran daring selama situasi darurat. Totok juga menyampaikan siswa akan tetap menerima ijazah tanpa mencantumkan nilai UN, karena sejak tahun 2015 UN lagi menjadi penentu kelulusan.
Sekolah yang telah melaksanakan US dapat menggunakan nilai US untuk menentukan kelulusan siswa. Sekolah memiliki hak penuh untuk membuat kriteria kelulusan yang mengacu kepada surat edaran Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020, termasuk kenaikan kelas, karena kenaikan kelas juga hak penuh dari sekolah, dan Dinas Pendidikan hanya memotivasi dan memberikan arahan agar mengarah kepada surat edaran kementerian.
Tentunya juga tidak mengabaikan penilaian sikap. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik juga dapat menentukan kelulusan siswa.
Mohon isi daftar hadir >>>>>>>>>>>>>>>>>>disini
Mohon isi daftar hadir >>>>>>>>>>>>>>>>>>disini
Mohon isi instrumen>>>>>>>>>>>>>>>>>>disini
Sumber :
- https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/03/un-2020-dibatalkan-ini-syarat-kelulusan-siswa
- http://infopublik.id/kategori/nusantara/446773/un-2020-ditiadakan-syarat-kelulusan-di-lumajang-saat-pandemi-covid-19
- https://www.kompas.com/edu/read/2020/03/25/154159571/un-dibatalkan-siswa-tetap-dapat-ijazah-asal?page=2
Lanjut Kuliah atau Kerja
![]() |
| terbarukoleksisosial.blogspot.com |
Benar-benar sebuah
dilema!
Banyak orang
berpendapat bahwa jika kuliah, nantinya akan memudahkan kita untuk meniti
karier dan mendapat pekerjaan yang layak. Tapi tidak sedikit orang juga
mengatakan bahwa tanpa kuliah pun kita akan tetap mendapat pekerjaan. Yang ada,
mereka yang kuliah malah hanya membuang-buang waktu dan biaya tidak sedikit
yang belum tentu mendapatkan pekerjaan.
Sebenarnya, pilihan
hidup tersebut mengarah kembali pada diri kita, bagaimana cara pandang kita
tentang lanjut kuliah terlebih dahulu baru kerja, ataupun kerja saja tanpa
kuliah terlebih dahulu.
“Apakah dengan kuliah
dapat memudahkan kita mendapatkan pekerjaan kelak?”
Kuliah adalah sebuah
kegiatan dimana kamu menuntut ilmu yang tingkatannya lebih tinggi daripada SMA
atau sederajat. Secara otomatis, kamu dapat menambah pengetahuan tentang hal-hal
yang belum kamu dapatkan sebelumnya di pendidikan SMA sederajat.
Banyak sekali
perusahaan-perusahaan yang mencari pegawai-pegawainya dari lulusan
universitas-universitas atau institusi lainnya. Jadi peluang untuk bekerja
memang lebih besar. Bahkan banyak perusahaan-perusahaan atau institusi
pemerintah yang lebih memilih merekrut Fresh Graduate atau
lulusan-lulusan muda, jadi kesempatan untuk bekerja lebih banyak.
“Kalau kuliah dulu, kan
pasti langsung dapat kerja?”
Jangan salah sangka
dulu, semua itu belum dapat dikatakan pasti, karena itulah bisa juga dikatakan
tidak, lulusan universitas atau institusi pendidikan setelah SMA belum tentu
bisa langsung dapat bekerja setelah lulus kuliah. Yang ada malah banyak
menganggur, atau bekerja bukan pada tempat seharusnya, mereka kadang bekerja
dimana ijazah sarjana tidak terpakai, bahkan ada sarjana-sarjana yang tidak
mendapat pekerjaan.
Hal itu terjadi karena
memang saat ini banyak perusahaan yang selain mencari lulusan perguruan tinggi
juga mempertimbangkan pengalaman bekerja. Pengalaman bekerja itulah yang
biasanya belum didapatkan oleh lulusan perguruan tinggi, terutama yang selama
kuliahnya hanya fokus pada belajar tanpa ikut organisasi dan kegiatan-kegiatan
sosial.
Kalau kamu kuliah, pun
belum tentu juga kamu dapat menyelesaikannya dengan baik, terkadang mahasiswa
banyak yang IP-nya rendah, hal itu pun akan mempengaruhi kesempatan dari
bekerja. Apalagi kalau kamu memang tidak cocok atau biasa disebut salah masuk
jurusan dari awal, bisa-bisa kamu yang ada malah tidak lulus dari perguruan
tinggi.
“Bagaimana jika
langsung bekerja?”
Tidak ada salahnya jika
lulus dari pendidikan SMA atau sederajatnya kamu langsung bekerja. Banyak yang
beranggapan kuliah itu tidaklah penting, yang penting bagaimana cara agar kita
mendapatkan pekerjaan.
Banyak orang sukses di
luar sana yang hanya lulusan SMA atau sederajat, karena dari bekerja itulah
pengalaman kita menjadi banyak untuk dapat kita pelajari.Tapi biasanya, jika
kita bekerja dengan mengandalkan ijazah SMA kita tidak akan mendapatkan posisi
yang tinggi dalam sebuah perusahaan karena memang untuk posisi atas biasanya
pihak perusahaan mencari pegawai-pegawai yang tingkat pendidikannya lebih
tinggi.
“Kalau kerja sambil kuliah, bisa nggak?”
Jelas untuk pertanyaan
ini kita akan menjawab “bisa”. Banyak institusi-institusi yang menyediakan
kuliah untuk pegawai-pegawai. Atau pekerjaan-pekerjaan paruh waktu untuk
mahasiswa yang ingin bekerja.
Jadi kamu sambil
bekerja untuk mendapat pengalaman dan penghasilan, juga mendapat ilmu lebih
dari kuliah. Memang sulit untuk dilakukan, tapi dengan niat yang besar, kamu
dapat menyelesaikan kuliah tanpa mengganggu pekerjaan. Manajemen waktu sangat
penting di sini. Dengan begitu, secara otomatis kamu akan mendapatkan
setidaknya pendidikan dan ijazah yang lebih tinggi dari sekedar pendidikan dan
ijazah SMA.
Untuk lebih jelasnya
lagi, berikut beberapa masing-masing keuntungan jika kamu memilih melanjutkan
pendidikan dengan kuliah atau langsung kerja.
Keuntungan jika kamu
lanjut kuliah
Ini yang paling lazim
dilakukan banyak orang, setelah lulus SMA langsung melanjutkan kuliah, asalkan
tak terbentur biaya biasanya mereka langsung mendaftar di PTN atau PTS
favoritnya. Berikut adalah keuntungannya;
Lingkungan belajar yang
kondusif
Kampus adalah tempat
yang cocok untuk belajar segala hal dari teori hingga praktek dan kamu tak
perlu takut untuk bereksperimen dengan apa pun. Berbeda dengan lingkungan kerja
atau kantor, dimana kamu dituntun untuk tidak melakukan kesalahan, kecuali
itu usaha yang kamu dirikan sendiri.
Kamu akan memiliki
modal ijazah
Setelah kurang lebih 4
tahun kuliah maka kita akan mendapatkan teori perkuliahan dan yang terpenting
adalah ijazah. Dengan ijazah maka kemampuan kita diakui oleh negara, selain itu
ijazah masih menjadi patokan rata-rata perusahaan dalam merekrut karyawan baru
dibandingkan pengalaman kerja.
Memiliki jaringan yang
luas
Dengan lingkungan
kampus yang di dalamnya terdapat banyak orang dari barbagai darah dan waktu
kuliah yang lebih sedikit dibandingkan saat bekerja, maka kamu akan lebih mudah
membangun jaringan pertemanan dibanding bila sudah bekerja, saat bekerja kamu
hanya akan berfokus pada pekerjaan dan hanya bergaul pada orang yang terbatas.
Keuntungan jika kamu
langsung bekerja
Berbeda jika kamu
memulai dengan bekerja terlebih dulu baru kuliah, biasanya hal ini dilakukan
secara simultan, bekerja untuk membiayai kuliah sehingga saat lulus, selain
ijazah kamu pun sudah mendapat pengalaman kerja.
Beberapa keuntungan
bila langsung bekerja adalah:
Belajar dari pengalaman
Bekerja bisa dibilang
membuktikan teori yang pernah kamu pelajari di bangku pendidikan formal, tanpa
mempelajari teori mungkin kamu akan lebih sulit dalam bekerja, namun itu
bukanlah sebuah kekurangan karena pengalaman adalah guru terbaik.
Pengalaman kerja
Sudah tentu bekerja memberikan
pengalaman berbeda yang bisa menjadi keunggulan tersendiri dibanding mereka
yang masih duduk di bangku kuliah. Mendapatkan pengalaman kerja, artinya
selangkah lebih maju dibandingkan teman-temanmu yang masih berkutatat dengan
kuliah.
Jenjang karir
Setiap orang memulai
jenjang karirnya dari bawah lalu perlahan naik. Bila kamu mulai meniti karir
dari awal maka harusnya kamu dapat mencapai jenjang atas lebih dulu
dibandingkan orang lain. Berbeda dengan lulusan kuliah tanpa pengalaman kerja,
biasanya mereka mesti meniti dari bawah.
***
Pilih kuliah atau
kerja, dan apapun yang menjadi pilihan hidupmu, akan membuat suatu jalan ke
depan. Jadi, pilihlah dengan sebaik-baiknya jika memang tidak ingin rugi dan
menyesal di kemudian hari. Jika ingin kuliah, carilah program studi/jurusan yang
memang memiliki kesempatan kerja tinggi dan cocok dengan diri kamu, kamu
minati.
Bill Gates memang
putus kuliah, Bob Sadino juga tidak selesaikan sekolahnya tapi mereka gigih
berjuang untuk menutupi kekurangan mereka di bangku pendidikan
formal/kuliah dan akhirnya pun mereka sama bahkan lebih sukses dari orang
yang pernah dan lulus kuliah
Intinya adalah kuliah
untuk menunjang pekerjaan yang lebih baik, sedangkan bekerja untuk membiayai
kuliah untuk tingkat lanjut. Namu jika pintar membagi waktu lebih baik
lagi kuliah sambil kerja.
Sumber:
https://sijai.com/kuliah-atau-kerja/Bottom
of Form
Maindfulness - Panduan Pernafasan Menghadapi Pandemi Codvid-19
Emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama "terisolasi" di dalam rumah ataupun tempat tertentu. Di masa pandemi virus corona atau Covid-19, masyarakat harus lebih waspada dengan perasaan tersebut. Sebab, banyak dari kita yang harus tinggal di rumah sampai waktu yang belum ditentukan, guna mengurangi risiko penyebaran virus corona.
Gejala yang muncul akibat terlalu sering berada di rumah tidak hanya sekadar merasa bosan saja. Tapi jauh lebih serius dari itu. Berikut ini adalah gejala yang harus diwaspadai selama masa darurat virus corona:
• Kegelisahan
• Turunnya motivasi
• Mudah tersinggung
• Mudah putus asa
• Sulit berkonsentrasi
• Pola tidur tidak teratur
• Sulit bangun dari tidur
• Lemah lesu
• Sulit percaya pada orang di sekitar
• Tidak sabaran
• Merasa sedih dan depresi untuk waktu yang lama
Maka untuk mengurangi perasaan - perasaan tersebut, dengan melakukan teknik pernafasan atau juga disebut Maindfulness.
Apa itu Maindfullness? simak baik-baik slide dibawah.
Atau Anda simak panduan pernafasan pada gambar di bawah
![]() |
| sumber: https://psikologi.unair.ac.id/en_US/ |
Demikian semoga bermanfaat.
Mohon Mengisi daftar hadir >>>>>>>>DISINI
Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=3ixDelEwTo0
https://psikologi.unair.ac.id/en_US/
Tips Menjawab Soal TPS Pemahaman Bacaan UTBK 2020
![]() |
| sumber: pikiran-rakyat.com |
TPS sendiri punya 4 bagian subtes yang
harus dilalui oleh para peserta. Materi sebelumnya membahas bagaimana menjawab
soal tes penalaran di salah satu subtes tersebut. selanjutnya, kita akan bahas tentang pemahaman bacaan. Sama seperti
jumlah subtes yang diujikan dalam TPS, tips menjawab soal di subtes pemahaman
bacaan ini paling tidak ada 4. Apa saja itu?
1. Baca soal terlebih dahulu
JIka mau menjawab pertanyaan baca
soalnya dulu dong. Masa jawabannya? Tapi, ada bedanya juga nih buat subtes
pemahaman bacaan ini. Namanya kan pemahaman bacaan kan? Pastinya soal-soal yang
ditanyakan ada hubungannya dengan sebuah bacaan, entah artikel atau potongan
artikel beberapa paragraf gitu deh.
Nah, kamu jangan membaca bacaannya
dahulu. Baca dulu soal-soalnya. Kamu lihat apa yang ditanyakan di soal itu.
Kenapa? Karena, umumnya nih soal-soal di subtes pemahaman bancaan itu hanya
menanyakan bagian/paragraf ke berapa gitu dari bacaannya. Kalau misalnya nih,
bacaannya itu ada 8 paragraf, butuh waktu berapa lama? Terus yang ditanyain
ternyata informasi di paragraf ketiga aja. Buang-buang waktu kan?
2. Gunakan teknik membaca cepat untuk
pertanyaan seputar judul
Semisalnya nih, pertanyaan di subtes
pemahaman bacaan itu menanyakan seputar judul yang tepat untuk bacaan yang
ditanyakan, maka kamu harus membaca teks secara cepat. Istilahnya itu membaca
memindai. Intinya tuh membaca dengan cara memindai ini punya tujuan untuk
mengetahui maksud dari keseluruhan isi teks. Dengan teknik membaca cepat ini
kamu diharapkan bisa menyimpulkan isi teks dan kemudian ditentukan judul yang
tepat untuk teks tersebut.
3. Membaca dengan cermat untuk paragraf
yang ditanyakan
Oke, contohnya ada soal seperti ini
“Kata berimbuhan yang salah dalam
paragraf 5 ialah…”
Nah, kalau ada pertanyannya spesifik
menanyakan salah satu paragraf gitu, maka kamu hanya perlu fokus pada paragraf
yang dimaksud. Intinya tuh kamu harus benar-benar cermat dengan apa yang
ditanyakan pada soal dan cermat membaca dalam paragraf. Kalau seperti contoh di
atas, yang ditanyakan imbuhan yang salah, ya berarti kamu harus cermat mencari
kata berimbuhan yang salah dalam paragraf yang dimaksud.
4. Banyak belajar dari KBBI dan PUEBI
Nanti bisa aja ada pertanyaan muncul
begini
“Kata menganalisa para
paragraf ke dapat diganti dengan…”
Kalau beneran muncul itu gimana? Dan
inilah yang namanya penalaran kebahasaan.
Di subtes TPS pemahaman bacaan itu ada
bagian penalaran kebahasaan. Bagian ini menguji pengetahuan kamu tentang KBBI
(Kamus Besar Bahasa Indoesia) dan juga PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia). Biar gampang diinget tuh, penalaran kebahasaan ini menguji seberapa
akrab kamu dengan KBBI dan PUEBI gitu.
Semoga bermanfaat.
Sumber :
Tips Menjawab Soal Tes Potensi Skolastik (TPS) UTBK Penalaran Umum
![]() |
| Sumber: edunews.id |
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memberi
pengumuman jadwal
terbaru untuk UBTK SBMPTN 2020. Informasi tersebut tentunya cukup membuatmu
bisa fokus mempersiapkan diri menghadapi UTBK SBMPTN 2020.
Anda pastinya sudah mengetahui, jika yang akan diuji
dalam UTBK itu materi-materi Tes Potensi Akademik dan Tes
Potensi Skolastik. Tapi, tidak untuk tahun ini. LTMPT memutuskan bahwa yang
akan menjadi tolak ukur penilaian ujian, hanyalah dari materi Tes Potensi
Skolastik atau TPS.
Tes Potensi Skolastik lah yang akan diujikan. Dalam
tes ini, yang akan diukur adalah kemampuan kognitif, logika atau nalar, dan
pemahaman umum, diluar kemampuan akademik.
Di dalam soal-soal TPS, ada beberapa kategori yang
perlu banget Anda ketahui. Pertama itu ada Penalaran Umum, lalu Pemahaman
Bacaan, terus Pengetahuan Umum, dan yang terakhir adalah Pengetahuan
Kuantitatif.
Keempat kategori itu harus Anda pahami seperti apa
soal-soalnya dan bagaimana cara menjawab dari masing-masing kategorinya. Sebelum
Anda lanjut membaca artikel ini, ada baiknya Anda membaca terlebih dahulu TPS UTBK tentang item analysis dari kategori Penalaran
Umum.
Silahkan lanjut. Karena di artikel ini mengupas tips untuk
3 kategori soal yang akan diujikan di TPS UTBK. Simak baik-baik ya, karena ini
sangat penting.
1. Kesesuaian Pernyataan
- Kata kunci dalam mengerjakan
soal ini adalah ketelitian dan penalaran.
- Untuk melihat kesesuaian
pernyataan, hal yang dapat dilakukan adalah membaca secara cermat dan
cepat. Tidak perlu membaca keseluruhan teks.
- Lihat pernyataan-pernyataan pada
pilihan jawaban.
- Perhatikan kata kunci pada
setiap pernyataan di pilihan jawaban.
- Cari kalimat yang maknanya sama
dengan teks.
- Pilihan jawaban yang benar:
- ada pernyataan di dalam teks
yang sama persis dengan pilihan jawaban atau
- pilihan jawaban memiliki makna
yang sama dengan pernyataan dalam teks
2. Simpulan Logis
- Kata kunci dalam mengerjakan
soal ini adalah ketelitian dan penalaran.
- Untuk melihat simpulan yang
paling mungkin benar, hal yang dapat dilakukan adalah membaca secara
cermat dan cepat. Tidak perlu membaca keseluruhan teks.
- Pahami paragraf yang ditanyakan
pada soal.
- Sesuaikan kalimat pada pilihan
jawaban dengan pernyataan-pernyataan yang terdapat pada teks.
3. Penalaran Analitik
Untuk soal-soal PERBANDINGAN yang biasanya memiliki
ciri-ciri memuat kata “lebih” atau “daripada”, solusi termudahnya adalah dengan
“digambar/ditulis”. Selain digambar, peserta juga dapat mengurutkan dengan
menggunakan nomor 1-6 (dimulai dari nilai tertinggi hingga terendah).
Untuk mengetahui urutan posisi tertentu, peserta dapat
mengurutkan dengan menggunakan nomor 1-6 (bergantung jumlah posisi) sesuai
dengan urutan orang tersebut. Selain itu, peserta juga dapat menggunakan
inisial nama tokoh dalam bacaan untuk mempermudah penggambaran posisi.
Untuk menyimpulkan suatu pernyataan, hal yang dapat
dilakukan adalah membuat poin-poin dari pernyataan A, pernyataan B, dan
seterusnya.
Untuk soal yang menggunakan kata “sementara” atau
“semua“, ingatlah bahwa: sementara/sebagian/beberapa/ada/mungkin semua →
artinya tidak semuanya atau minimal satu semua/setiap → artinya seluruh anggota tanpa
terkecuali.
Semoga Artikel ini bermanfaat
=====Mohon memberi tanggapan pada kolom komentar, kritik dan saran membangun senantiasa kami perlukan====
Sumber :
Langganan:
Komentar (Atom)














