Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

Tips Menjawab Soal TPS Pemahaman Bacaan UTBK 2020

sumber: pikiran-rakyat.com

TPS sendiri punya 4 bagian subtes yang harus dilalui oleh para peserta. Materi sebelumnya membahas bagaimana menjawab soal tes penalaran di salah satu subtes tersebut. selanjutnya, kita akan  bahas tentang pemahaman bacaan. Sama seperti jumlah subtes yang diujikan dalam TPS, tips menjawab soal di subtes pemahaman bacaan ini paling tidak ada 4. Apa saja itu?

1. Baca soal terlebih dahulu
JIka mau menjawab pertanyaan baca soalnya dulu dong. Masa jawabannya? Tapi, ada bedanya juga nih buat subtes pemahaman bacaan ini. Namanya kan pemahaman bacaan kan? Pastinya soal-soal yang ditanyakan ada hubungannya dengan sebuah bacaan, entah artikel atau potongan artikel beberapa paragraf gitu deh.

=========>>>>>>>>>>>>>>BACA CONTOH SOAL TPS UTBK TAHUN 2019

Nah, kamu jangan membaca bacaannya dahulu. Baca dulu soal-soalnya. Kamu lihat apa yang ditanyakan di soal itu. Kenapa? Karena, umumnya nih soal-soal di subtes pemahaman bancaan itu hanya menanyakan bagian/paragraf ke berapa gitu dari bacaannya. Kalau misalnya nih, bacaannya itu ada 8 paragraf, butuh waktu berapa lama? Terus yang ditanyain ternyata informasi di paragraf ketiga aja. Buang-buang waktu kan?

2. Gunakan teknik membaca cepat untuk pertanyaan seputar judul
Semisalnya nih, pertanyaan di subtes pemahaman bacaan itu menanyakan seputar judul yang tepat untuk bacaan yang ditanyakan, maka kamu harus membaca teks secara cepat. Istilahnya itu membaca memindai. Intinya tuh membaca dengan cara memindai ini punya tujuan untuk mengetahui maksud dari keseluruhan isi teks. Dengan teknik membaca cepat ini kamu diharapkan bisa menyimpulkan isi teks dan kemudian ditentukan judul yang tepat untuk teks tersebut.

3. Membaca dengan cermat untuk paragraf yang ditanyakan
Oke, contohnya ada soal seperti ini
“Kata berimbuhan yang salah dalam paragraf 5 ialah…”
Nah, kalau ada pertanyannya spesifik menanyakan salah satu paragraf gitu, maka kamu hanya perlu fokus pada paragraf yang dimaksud. Intinya tuh kamu harus benar-benar cermat dengan apa yang ditanyakan pada soal dan cermat membaca dalam paragraf. Kalau seperti contoh di atas, yang ditanyakan imbuhan yang salah, ya berarti kamu harus cermat mencari kata berimbuhan yang salah dalam paragraf yang dimaksud.

4. Banyak belajar dari KBBI dan PUEBI
Nanti bisa aja ada pertanyaan muncul begini
“Kata menganalisa para paragraf ke dapat diganti dengan…”
Kalau beneran muncul itu gimana? Dan inilah yang namanya penalaran kebahasaan.
Di subtes TPS pemahaman bacaan itu ada bagian penalaran kebahasaan. Bagian ini menguji pengetahuan kamu tentang KBBI (Kamus Besar Bahasa Indoesia) dan juga PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Biar gampang diinget tuh, penalaran kebahasaan ini menguji seberapa akrab kamu dengan KBBI dan PUEBI gitu.

Semoga bermanfaat.

Sumber :

Tips Menjawab Soal Tes Potensi Skolastik (TPS) UTBK Penalaran Umum

Sumber: edunews.id

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memberi pengumuman jadwal terbaru untuk UBTK SBMPTN 2020. Informasi tersebut tentunya cukup membuatmu bisa fokus mempersiapkan diri menghadapi UTBK SBMPTN 2020.

Anda pastinya sudah mengetahui, jika yang akan diuji dalam UTBK itu materi-materi Tes Potensi Akademik dan Tes Potensi Skolastik. Tapi, tidak untuk tahun ini. LTMPT memutuskan bahwa yang akan menjadi tolak ukur penilaian ujian, hanyalah dari materi Tes Potensi Skolastik atau TPS.
Tes Potensi Skolastik lah yang akan diujikan. Dalam tes ini, yang akan diukur adalah kemampuan kognitif, logika atau nalar, dan pemahaman umum, diluar kemampuan akademik.
Di dalam soal-soal TPS, ada beberapa kategori yang perlu banget Anda ketahui. Pertama itu ada Penalaran Umum, lalu Pemahaman Bacaan, terus Pengetahuan Umum, dan yang terakhir adalah Pengetahuan Kuantitatif.

Keempat kategori itu harus Anda pahami seperti apa soal-soalnya dan bagaimana cara menjawab dari masing-masing kategorinya. Sebelum Anda lanjut membaca artikel ini, ada baiknya Anda membaca terlebih dahulu TPS UTBK tentang item analysis dari kategori Penalaran Umum.
Silahkan lanjut. Karena di artikel ini mengupas tips untuk 3 kategori soal yang akan diujikan di TPS UTBK. Simak baik-baik ya, karena ini sangat penting.

1. Kesesuaian Pernyataan
  • Kata kunci dalam mengerjakan soal ini adalah ketelitian dan penalaran.
  • Untuk melihat kesesuaian pernyataan, hal yang dapat dilakukan adalah membaca secara cermat dan cepat. Tidak perlu membaca keseluruhan teks.
  • Lihat pernyataan-pernyataan pada pilihan jawaban.
  • Perhatikan kata kunci pada setiap pernyataan di pilihan jawaban.
  • Cari kalimat yang maknanya sama dengan teks.
  • Pilihan jawaban yang benar:
  • ada pernyataan di dalam teks yang sama persis dengan pilihan jawaban atau
  • pilihan jawaban memiliki makna yang sama dengan pernyataan dalam teks

2. Simpulan Logis
  • Kata kunci dalam mengerjakan soal ini adalah ketelitian dan penalaran.
  • Untuk melihat simpulan yang paling mungkin benar, hal yang dapat dilakukan adalah membaca secara cermat dan cepat. Tidak perlu membaca keseluruhan teks.
  • Pahami paragraf yang ditanyakan pada soal.
  • Sesuaikan kalimat pada pilihan jawaban dengan pernyataan-pernyataan yang terdapat pada teks.

3. Penalaran Analitik
Untuk soal-soal PERBANDINGAN yang biasanya memiliki ciri-ciri memuat kata “lebih” atau “daripada”, solusi termudahnya adalah dengan “digambar/ditulis”. Selain digambar, peserta juga dapat mengurutkan dengan menggunakan nomor 1-6 (dimulai dari nilai tertinggi hingga terendah).

Untuk mengetahui urutan posisi tertentu, peserta dapat mengurutkan dengan menggunakan nomor 1-6 (bergantung jumlah posisi) sesuai dengan urutan orang tersebut. Selain itu, peserta juga dapat menggunakan inisial nama tokoh dalam bacaan untuk mempermudah penggambaran posisi.
Untuk menyimpulkan suatu pernyataan, hal yang dapat dilakukan adalah membuat poin-poin dari pernyataan A, pernyataan B, dan seterusnya.

Untuk soal yang menggunakan kata “sementara” atau “semua“, ingatlah bahwa: sementara/sebagian/beberapa/ada/mungkin semua → artinya tidak semuanya atau minimal satu semua/setiap → artinya seluruh anggota tanpa terkecuali.

Semoga Artikel ini bermanfaat

=====Mohon memberi tanggapan pada kolom komentar, kritik dan saran membangun senantiasa kami perlukan====

Sumber :

Tes Potensi Skolastik UTBK Tahun 2020


Pelaksanaan dan jenis tes SBMPTN tahun 2020 memang berbeda dengan tahun 2019. Materi tes yang diujikan juga bukan lagi TKPA dan TKD, melainkan TPS saja.  Ini berdasarkan surat edaran LTMP Nomor 11/SE LTMPT/2020 tentang perubahan jadwal pelaksanaan UTBK 2020. Dalam edaran tersebut menyebutkan bahwa materi tes yang diujikan adalah Tes Potensi Skolastik. Tes TPS atau Tes Potensi Skolastik mungkin terdengar asing. Sebenarnya apa, ya, tes potensi skolastik itu?.

BACA JUGA : CONTOH SOAL TES POTENSI SKOLASTIK

Jadi, TPS merupakan tes yang biasa digunakan jika seseorang ingin melanjutkan perkuliahan ke perguruan tinggi di Amerika. Tes ini pertama kali diciptakan oleh The College Board, suatu organisasi nirlaba yang memiliki misi menjadi jembatan antara para siswa dengan kesuksesan pendidikan tinggi mereka. Tes jenis ini sudah ada sejak 1926 dan tidak hanya di Amerika, tetapi juga digunakan di negara maju lainnya seperti Inggris, Singapura, Finlandia, dan Australia.

TPS menjadi salah satu materi uji pada SBMPTN 2020 sebagai salah satu upaya yang bertujuan agar generasi terdidik Indonesia memiliki kemampuan dan daya saing yang setara bahkan melebihi siswa lain di negara maju. Jadi, kamu boleh berbangga diri karena disamakan dengan para siswa di belahan dunia lain yang sudah maju.

Agar dapat bersaing dan memenangkan peperangan, tentu saja kita harus memahami medan perang tersebut, bukan? Jadi, apa saja yang masuk ke dalam tes potensi skolastik? Secara umum, TPS memiliki dua jenis, yaitu:
1.       Reasoning Test: menguji kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, dan matematika.
2.       Subject Test: menguji keterampilan peserta didik dalam bidang-bidang studi tertentu, seperti sains, sejarah, dan bahasa asing.

Menristekdikti sendiri menyampaikan melalui press release pada 22 Oktober 2018 silam bahwa TPS ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif berupa penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal. Jika dirinci lebih mendalam, kemungkinan jenis TPS yang diujikan pada SBMPTN 2020 hanya berupa reasoning test karena subject test sudah dapat diwakilkan oleh TKA Saintek dan Soshum. Nah, selanjutnya tipe soal seperti apa yang mungkin muncul pada TPS?

Merunut pada standarisasi yang dibuat oleh The College Board, reasoning test terdiri dari soal reading (membaca), writing & language (menulis & bahasa), math test (tes matematika menggunakan kalkulator dan tidak), serta esai.

Lalu, bagaimana implementasi bagian-bagian tes tersebut pada TPS di SBMPTN 2020?

Tes Skolastik pada SBMPTN 2020 tentu saja akan ada beberapa penyesuaian antara tes skolastik dari The College Board dengan pelaksanaan TPS untuk SBMPTN 2019. Adaptasi tersebut dapat berupa alokasi waktu tes, yaitu pada tes skolastik standar The College Board memerlukan lebih dari empat jam sementara pada SBMPTN, hanya diberikan sekitar 105 menit saja. Tes skolastik pada The College Board terdiri dari soal pilihan ganda dan esai, akan tetapi pada SBMPTN 2019, hanya ada soal pilihan ganda. Begitupun dengan jenis soal yang diujikan, berdasarkan penyesuaian oleh kemdikbud, maka tes potensi skolastik pada SBMPTN akan mencakup:
1.  Subtes verbal: mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata atau bahasa. Subtes ini terdiri dari soal sinonim, antonim, analogi, dan wacana.
2.   Subtes kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika untuk menyelesaikan masalah seperti pada soal aljabar, aritmatika, geometri, dan deret angka.

Subtes penalaran: mengukur kemampuan untuk menganalisis dan mengorganisasi informasi yang relevan dalam menyelesaikan masalah. Subtes ini dapat berupa penalaran logis, penalaran analitis, maupun diagram.

Cara Mempersiapkan Tes Skolastik
Setelah mempelajari penjabaran di atas, ternyata jenisnya tidak jauh beda dengan TPS pada SBMPTN 2019. Oleh karena itu, kamu tidak perlu panik lagi. Yang perlu kamu ingat adalah TPS ini semata-mata hanya untuk mengukur kemampuanmu berpikir logis, keluasan wawasan, dan kemampuan memecahkan masalah yang akan sangat membantu kamu menghadapi kehidupan perkuliahan dan seterusnya. Jadi yang perlu kamu lakukan hanyalah belajar, berlatih berulang-ulang, asah kemampuanmu, dan bersainglah!
Tentunya, kamu tidak perlu khawatir lagi bagaimana cara menyiapkan diri menghadapi tes tersebut. Kamu bisa berlatih berbagai jenis soal pada tes skolastik.

=======Selanjutnya Mohon Mengisi Instrumen atau Klik Di sini=====

Disarikan dari :
4.      https://sbmptn.ac.id

Strategi Menentukan Pilihan Program Studi Pertama dan Kedua di SBMPTN 2020

sumber: siedoo.com

Tes UTBK sesuai jadwal akan segera dilaksanakan. UTBK merupakan tes kompetensi bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri (PTN). Ujian ini wajib diikuti oleh peserta jalur SBMPTN dan Jalur Mandiri. Nah untuk mendaftar di SBMPTN 2020, Anda diberikan kesempatan untuk menentukan 2 pilihan jurusan. Kesempatan yang seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya ini jangan sampai Anda sia-siakan karena salah memilih ya. Anda perlu strategi dalam menentukan pilihan 1 dan 2 di SBMPTN 2020, agar kesempatanmu untuk diterima menjadi lebih besar. Ketahui peraturan terkait pilihan prodi SBMPTN 2020

Pada SBMPTN 2020 ini, Anda hanya diperbolehkan memilih DUA PRODI dalam DUA PTN (boleh berbeda atau sama). Supaya nggak salah pilih, simak baik-baik ketentuan pemilihan prodi SBMPTN 2019 berikut ini:

Apabila Anda memilih kedua prodi yang semuanya Saintek, maka Anda mengikuti kelompok ujian Saintek

Apabila Anda memilih kedua prodi yang semuanya Soshum, maka Anda mengikuti kelompok ujian Soshum

Apabila Anda memilih prodi Saintek dan Soshum, maka Anda mengikuti kelompok ujian Saintek dan kelompok ujian Soshum

Pilihan PTN bebas dan nggak harus satu lokasi atau se-provinsi dengan asal sekolah atau tempat tes Anda. Urutan pemilihan prodi nantinya akan menandakan prioritas pilihan. Prodi pilihan 1 adalah prioritas utama. Jika tidak lolos, Anda baru akan diseleksi untuk prodi pilihan 2. jadi, jangan sampai salah meletakkan pilihan ya. Hasil UTBK SBMPTN 2020 akan disampaikan secara online kepada individu setelah sepuluh hari dari peserta melakukan tes.

Pahami peta persaingannya
Pastinya Anda sudah punya ‘kan beberapa pilihan prodi yang mantap Anda pilih? Untuk menentukan pilihan pertama dan kedua, Anda harus membedah peta persaingan prodi pilihanmu. Pilihan pertama menunjukkan prioritas utama Anda. Nah, dalam menentukan pilihan ini Anda harus rasional. Jangan menempatkan prodi dengan kriteria kelulusan skor tinggi di bawah prodi yang skor lulusnya relatif lebih rendah. Contohnya, tempatkan Komunikasi Universitas Indonesia di pilihan 1 yang memiliki skor lebih tinggi, dan tempatkan Sastra Inggris Universitas Indonesia di pilihan 2.
Lihat daya tampung SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Anda harus melihat daya tampung prodi yang dituju pada SBMPTN 2020. Siapa tahu ada pengurangan atau penambahan kuota dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian, lihat juga peminat prodi tersebut di SBMPTN 2019. Dengan begitu, Anda bisa memprediksi keketatan persaingan di 2019 dengan membandingkan jumlah pemilih dan kursi yang tersedia.

Banyaknya peminat bukan jaminan prodi tersebut paling sulit untuk ditembus. Jumlah ini hanya memperlihatkan banyaknya jumlah pesaing. Pemilihnya juga bisa saja memilih prodi tersebut di pilihan 1 atau 2. Misalnya, jurusan A mempunyai banyak pemilih di SBMPTN 2018, namun ternyata kebanyakan pemilih menempatkan jurusan A di pilihan 2 dan 3. Sedangkan jurusan B memiliki peminat yang tidak terlalu banyak, namun memiliki pemilih dengan skor yang tinggi. Maka, dibutuhkan skor tinggi untuk Anda bisa memenangkan persaingan masuk prodi tersebut.

Tidak ada passing grade resmi yang dikeluarkan oleh setiap prodi di PTN, semua hanyalah perkiraan. Batas nilai untuk bisa lulus di SBMPTN dapat berubah-ubah, tergantung kepada performa pesaing Anda. Jadi persiapkan dirimu untuk bisa menjadi yang terbaik.

========Selanjutnya Mohon Mengisi instrumen penilaian atau Klik di sini=========


Disarikan dari :


Kenapa Harus Kuliah


1. Kuliah Penting untuk Meningkatkan Keterampilan dan Pengetahuan

Sistem pendidikan yang ada saat ini pada level SMA, MA, SMK atau sekolah kejuruan lainnya masih relatif umum, atau jikapun sudah ada penjurusan belum sampai pada level siap kerja dari sisi keterampilan dan pengetahuan. Kuliah adalah proses untuk mengembangkan kemampuan yang sudah didapat di bangku sekolah menengah.

Jika mau fokus orientasi bekerja atau wiraswasta mereka yang lulusan SMA/MA, perkuliahan jalur akademis (sarjana) adalah pilihan yang paling tepat, sedangkan bagi mereka yang lulusan SMK/sekolah kejuruan lain, maka pilihan untuk kuliah di jalur vokasi (diploma) lebih tepat karena berorientasi pada keterampilan kerja praktis yang sudah mereka dapatkan dari sekolah kejuruan sebelumnya. Pada prinsipnya, sekolah menengah itu masih tahap awal, jadi jangan sampai berhenti di situ karena keterampilan dan pengetahuannya masih belum siap untuk bekerja.

2. Jangan Bangga, Kuliah Sekarang Ini adalah Standar Pendidikan Terendah

Jaman sudah berubah, dulu kuliah dan mendapat gelar sarjana merupakan sesuatu yang mewah di mata masyarakat, tapi sekarang jumlah sarjana sudah sangat banyak. Semua lowongan sekarang menggunakan standar minimal ijazah sarjana atau setidaknya diploma dan itupun sebagian besar dari mereka malah belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur.

Nah, terbayang bukan, jika yang sudah lulus kuliah saja bisa menganggur, bagaimana yang hanya sampai pendidikan SMA/SMK? Itu mengapa kuliah sangatlah penting.

3. Makin Tinggi Pendidikan, Peluang Kerja juga Semakin Besar

Makin tinggi pendidikan kesempatan karir makin luas. Jika cuma SMA saja, peluangnya juga terbatas. Ingat, saat ini, syarat minimum sebuah pekerjaan bukan sudah SMK lagi tapi minimal sudah DIII atau S1. Apapun pekerjaan yang kamu idamkan, kuliah adalah jalan untuk mendapatkan bekal di dunia kerja nantinya.

4. Kuliah Membuka Wawasan dan Pengetahuan Membuat Pola Pikir Menjadi Lebih Dewasa

Dalam perkuliahan, mahasiswa tidak hanya belajar tentang materi kuliah untuk mendapatkan nilai dan ijazah saja. Pergaulan mahasiswa dalam dunia kampus juga bermanfaat untuk mengembangkan kepribadian dan merubah sudut pandang kita terhadap suatu hal ke arah yang lebih baik. Seringkali, saat bekerja nantinya, orang yang kuliah lebih mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan juga lebih mampu memikirkan berbagai jalan untuk menemukan solusi dibandingkan dengan orang yang tidak kuliah.

5. Bagi yang Ingin Karir di Dunia Akademis, Kuliah bisa Jadi Jalan untuk Pendidikan yang Lebih Tinggi Lagi

Sistem perkuliahan di tanah air adalah berjenjang mulai dari strata 1, 2 sampai level doktor (strata 3). Bagi yang bergerak di bidang akademis, punya cita-cita jadi doktor merupakan keharusan, atau bahkan jadi profesor, bisa jadi sebuah impian. Untuk mewujudkan cita-cita itu satu-satunya jalan adalah berkuliah setahap demi setahap, jalanilah dulu kuliah sampai tahap S1 baru memikirkan ke tingkat berikutnya.

6. Menuntut Ilmu Setinggi Mungkin Bisa Meningkatkan Serajat Kita di Mata Tuhan dan Manusia

Bagi pemeluk agama apapun pasti ada ajaran untuk menuntut ilmu setinggi mungkin dan terus untuk terus belajar. Misalnya saja sebagai seorang muslim ada keyakinan bahwa mereka yang menuntut ilmu, Tuhan akan meninggikan derajatnya dan menguatkan kedudukannya. Lulusan sarjana tentu saja dipandang lebih baik di masyarakat dibandingkan yang tidak kuliah. Itulah alasan penting kenapa harus kuliah.

7. Dengan Kuliah Kamu Punya Peluang Karir yang Lebih Baik untuk Menjadi Orang Kaya

Inti dari kuliah adalah agar bisa berkarir yang lebih baik lagi untuk sukses dan menjadi orang kaya. Lulusan sarjana punya banyak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan bonafit yang mengharuskan memiliki gelar akademik yang tinggi. Coba kamu perhatikan, beberapa direktur perusahaan besar pasti memiliki level pendidikan yang baik.

Profesi keren lain seperti insinyur, dokter dan sebagainya juga akan berbanding lurus dengan gaji yang didapatkan. Di sisi lain, kuliah juga bisa menjadikan orang kaya ilmu dan bermanfaat bagi sesama.


====-======Mohon isi Instrumen atau Klik di sini. Terima kasih==========
Sumber :

Cara Mengatasi Rasa Bosan Selama Social Distancing

wahanariau.com
Penyebaran  virus corona kian hari semakin bertambah banyak. Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesiaper 31 Maret 2020 ada 1.528 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 136 orang, dengan jumlah yang sembuh 81 orang.

"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif covid-19 ," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Selasa (31/3) petang.

Kasus demi kasus yang semakin bertambah tentunya akan berdampak kepada  keselamatan semua pihak sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan social distancing. Kebijakan Social distancing di keluarkan sejak tanggal 16 Maret 2020, semua aktivitas dibatasi. Terutama aktivitas pendidikan dari satuan pendidikan yang paling rendah sampai dengan perguruan tinggi di batasi dengan mengganti beraktivitas di rumah. 

Di awal-awal masa self isolation, Anda bisa saja tetap merasa senang karena bisa lebih lama berada di rumah bersama keluarga dan bekerja tanpa terkekang aturan ini itu.

Namun, lama-lama Anda akan sampai pada titik jenuh.

Bosan sendiri merupakan perasaan yang muncul saat Anda memiliki kadar energi yang tinggi tanpa tujuan pasti. Bosan juga terjadi saat Anda merasa tidak terstimulasi atau tidak puas dengan apa yang dilakukan.

Berikut beberapa cara mengatasi bosan saat menjalani social distancing.

1. Lawan rasa sepi

Ahli neurodiversity, Anna Granta mengatakan, bisa merupakan inti dari rasa kesepian. Cara terbaik untuk melawan rasa sepi adalah dengan bersandar pada hubungan terbaik dan terdalam dengan pasangan, sahabat, atau keluarga.

2. Latihan kesadaran

Sisi lain dari bosan adalah cemas. Granta berkata, seseorang takut jadi bosan karena tak ada sesuatu hal yang bisa dijadikan pengalihan.

3. Menerima rasa bosan

Alih-alih mencari cara melepas bosan, Anda lebih baik untuk menerima perasaan tersebut. Rasa frustasi lambat laun akan berubah menjadi sesuatu yang lebih menenangkan dan bisa diterima.

4. Ubah pola pikir

"Rasa bosan akan terasa lebih baik jika Anda mengubah pola berpikir Anda," kata Case.Tak masalah jika seseorang duduk diam tanpa melakukan apapun. Rasa bosan itu alami. Rasa bosan akan terasa tak nyaman di masa-masa awal. Daripada melawan bosan, lebih baik jika Anda memunculkan rasa ingin tahu tentang kebosanan itu sendiri.

5. Membaca Buku
Membaca buku adalah salah satu hobi atau kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang. Manfaat membaca buku ini sangat penting dan dapat menambah wawasan ilmu dan juga menghapus rasa bosan.

6. Mengasah Kemampuan.
Melakukan aktifitas-aktifitas yang menambah ketrampilan. mengembangkan hobi bisa saja mengurangi tingkat stres.

7. Menjaga Kesehatan dan Berolah raga ringan.

Berolah raga ringan, melakukan aktifitas ringan di dalam rumah. Aktifitas ini tentunya akan mampu menghilangkan kejenuhan ketika selama social distancing berlangsung.


8. Membersihkan Rumah.

Beres-beres rumah adalah salah satu aktivitas paling penting untuk membersihkan kotoran yang tidak sehat guna menghindari penyakit. Biasakan memakai masker atau sarung tangan saat membersihkan kotoran di rumah yang mengandung debu atau bau. Maka seluruh rumahmu menjadi bersih dan kamu pun dapat hidup lebih sehat.

Aktifitas yang dilakukan diharapkan mampu mengurangi tingkat kebosanan yang dirasakan. Maka lakukan selagi bisa dan mampu.

========Selanjutnya silakan isi Instrumen atau Klik di sini. Terima kasih=============

Disarikan dari:

Langkah Pembersihan Rumah Cegah Virus Corona

Sumber: tirto.id

Penelitian tentang pola penyebaran Covid-19 masih terus berlanjut, termasuk tingkat keparahan penyakit setelah terinfeksi. Kajian lembaga Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan bahwa penyebaran virus korona kebanyakan terjadi antar manusia melalui cairan yang keluar saat batuk atau bersin. Karenanya, upaya preventif perlu dilakukan dengan menjaga jarak sekitar 1-2 meter. (https://bebas.kompas.id/).
Virus ini bisa menempel disemua benda dengan jangka waktu yang lama. penelitian yang mengatakan bahwa virus Corona Covid-19 mampu menginfeksi dari permukaan benda yang dipegang oleh orang terinfeksi. Dengan kata lain, virus yang ada di tubuh orang yang terinfeksi masih dapat bertahan hidup di benda atau permukaan.

Untuk itu penting kiranya menjaga kebersihan penting adanya. Menjaga higienitas adalah langkah yang paling direkomendasikan untuk mencegah tertular virus corona atau COVID-19. Tak hanya rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, Anda mungkin juga butuh mensterilkan rumah Anda. Sebab, virus ini dapat menular melalui droplets atau percikan bersin dan batuk orang yang tertular. Anda pun dapat tertular ketika Anda menyentuh permukaan yang terkena percikan tersebut.
Mengutip laman kawalcovid19.id, berikut ini adalah panduan pembersihan area rumah Anda:
Peralatan yang dibutuhkan: 
Sarung tangan karet, Masker bedah, Pakaian tertutup, Kantong sampah, Kain pel sekali pakai, Cairan pemutih/disinfektan, Air dan ember, Alat pel. 

Siap Beraksi!
1)      Ini langkah mendisinfeksi area rumah Anda:
2)     Kenakan masker dan sarung tangan. Setelahnya jangan sentuh wajah Anda.
3)   Siapkan larutan pemutih/cairan disinfektan sesuai dengan instruksi produk.
4)      Buka jendela rumah Anda agar ada sirkulasi udara.
5)   Pel lantai dengan larutan pemutih/cairan disinfektan, dari satu sudut ke sudut yang lain.
6)  Rendam lap dalam larutan pemutih/cairan disinfektan dan gunakan untuk mengelap semua permukaan yang paling sering disentuh, seperti gagang pintu, pegangan tangga, meja, kursi, permukaan toilet, remote TV dan AC.
7)   Cuci semua seprai dengan deterjen menggunakan mesin cuci.
8)   Jika ada anggota keluarga di rumah yang sedang diperiksa terkait kemungkinan COVID-19, jangan gunakan seprai yang sudah ia gunakan hingga ia dinyatakan bebas dari infeksi.
9)  Pisah proses pencucian pakaian atau perlengkapan rumah tangga anggota keluarga yang dalam pemantauan atau suspek COVID-19.
10)  Ulang tindakan mengepel seperti pada langkah no. 4.
11)  Masukkan semua kain yang sudah digunakan di langkah no.5 dan sampah lainnya ke kantong plastik yang sudah disiapkan.
12)  Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun dan air dengan benar.
13)  Lepaskan masker dan cuci tangan dengan sabun dan air dengan benar.
14)  Buang sarung tangan dan masker yang sudah digunakan ke dalam kantong plastik yang sudah disiapkan.
15)  Pisahkan kantong plastik tadi dari sampah rumah tangga.
16)  Segeralah mandi dan ganti pakaian. Cuci pakaian yang tadi Anda gunakan untuk membersihkan rumah.
Biarkan sirkulasi udara segar masuk ke rumah Anda.


Sumber :
3.       https://kawalcovid19.id