Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik
Diklat Awal Tahun Pelajaran 2019-2020
Awal Tahun Pelajaran 2019-2020 SMA Negeri 1 Wringinanom sudah mulai berbenah. Tanggal 11 - 12 Juli 2019 diawali dengan Peningkatan kompetensi guru, yaitu dengan diadakannya Diklat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan proses pembelajaran pada awal tahun pelajaran 2019 2020 yang diikuti oleh 46 guru.
Materi diklat berkaitan dengan upaya peningkatan kompetensi guru dan peningkatan kualitas sekolah menghadapi tantangan Revolusi Indiustri 4.0.
Cara Login Guru Pembelajar
Program guru pembelajar sudah digulirkan, namun tidak semua guru mengetahui. Pertama yang perlu dilakukan adalah guru harus masuk ke https://paspor.gurupembelajar.id untuk registrasi.
Registrasi hanya perlu menggunakan No Ujian Kompetensi Guru dan Tanggal lahir saja, Setelah mendapatkan pemberitahuan yang berisi username dan pssword, langsung digunakan untuk login.
.
Belajar Bareng
Tiga hari ini bapak/ibu guru SMA N 1 Wringinanom direpotkan dengan registrasi guru pembelajar. Ada yang langsung menindaklanjuti, ada yang biasa-biasa saja, ada yang kuatir "gek-gek berpengaruh terhadap tunjangan sertifikasi, gek-gek tunjangan sertifikasi dicabut; keluh salah satu teman guru.
Bagi yang terbiasa utak-atik dan terbiasa dengan laptop,tidak menjadi masalah mendaftar di aplikasi guru pembelajar, tapi bagi yang masih "awam"yang sama sekali tidak bersinggungan dengan komputer; merupakan persoalan tersendiri bagi bapak/ibu guru.
Guna memudahkan, tentunya dibutuhkan kerjasama yang baik antar bapak/ibu guru, terutama bagi yang mahir dapat membantu, tentunya tidak semuanya dilakukan, minim bisa mendampingi.
Belajar bersama merupakan solusi terbaik untuk membantu bapak ibu guru yang tidak atau belum paham dengan komputer. Apalagi dalam waktu dekat ini bapak ibu guru akan dihadapkan pada kegiatan guru pembelajar melalui jaringan internet atau daring (dalam jaringan).
Memulai
Susah ketika akan mengawali kegiatan menulis. Keinginan menorehkan kata-kata dilembaran kertaspun sulit dilakukan. Alasan waktulah, tidak ada idelah atau sulit memulai kata apa yang akan ditulis. Ini terjadi pada saya sendiri, ketika ada niat untuk menulis, rasa malas menghinggapi, ketika ada waktu dan kesempatan niatpun tidak ada. Hal itu seringkali berulang-ulang terjadi tanpa ada solusi.
Tersadar apabila mengetahui ada teman yang mampu menulis dengan mudah di sebuah surat kabar, meski hanya terbit satu kali. Kenyataan itu mendorong saya ingin belajar menguraikan kata-kata dalam bentuk kalimat bermakna.
Berbekal kenekatan dan keinginan mencoba, akan saya mulai. Pasti bisa, pasti bisa.
Harip
Malam Kamis, 31 Agustus 2016
Descriptive Research
TUGAS MENTERJEMAHKAN
Mata Kuliah : Bahasa Inggris
Prodi : Manajemen
Pendidikan, Konsentrasi Kepangawasan
Nama
Mahasiswa : HARI PATMONO
NIM :
0102512087
Dosen : Prof.Drs.AHMAD SOFWAN,Ph.D.
Web Blog :
http://harip.guru-indonesia.net
Atau
http://haripatmono.blogspot.com
Descriptive Research
1. Von Daniken, E. (1972). Chariots of
the Gods? New York: Bantam Books.
Descriptive
research involves collecting data in order to test hypotheses or answer questions concerning the current status of the
subject of the study. A descriptive study determines and reports
the way things are. One common type of descriptive research involves assessing
attitudes or opinions toward individuals, organizations, events, or procedures; pre-election
political polls and market research surveys are examples of this type of descriptive
research. Descriptive data are typically collected through a questionnaire survey, an interview,
or observation.
Descriptive research
sounds very simple; there is considerably more to it, however, than just asking
questions and reporting answers. Since one is generally asking questions that have not been asked before, instruments usually have to be
developed for specific studies; instrument development requires time
and skill. A major problem further
complicating descriptive research is lack of response—failure of subjects to
return questionnaires or attend scheduled interviews. If the response
rate is low, valid conclusions cannot be
drawn. For example, suppose you are doing a study to determine attitudes of principals toward research. You send a
questionnaire to 100 principals and ask the question, "Do you usually cooperate if asked to participate in a
research study?" Suppose 40
principals respond and they all answer
"yes." Could you then conclude that principals cooperate? No! Even though all those who responded said
"yes," those 60 who did not respond may never cooperate with research
efforts. After all, they did not cooperate with you! Observational
research also involves complexities that are not readily apparent. Observers must be trained and forms must be developed
so that data will be collected
objectively and reliably.
The following are
examples of typical questions investigated by descriptive research studies:
1.
How do second-grade teachers spend their time? Second-grade teachers would be observed for a period of time and
results would probably be presented as percentages, e.g., 60% of their time is spent lecturing,
20% asking or answering questions, 10% administering discipline, and 10%
performing administrative duties, such as collecting
milk money.
2.
How will citizens of
Yortown vote in the next presidential election? A
survey of citizens of Yortown would be taken
(questionnaire or interview), and results would probably be presented as percentages; e.g., 70% indicate they will vote
for Peter Pure, 20% for George Graft,
and 10% are undecided. .
3. How do parents feel about split-shift school days? Parents
would be surveyed and results would probably be
presented in terms of the percentages for, against, or undecided.
Penelitian Deskriptif
1. Von Daniken, E. (1972). Chariots of the Gods? New York: Bantam Books.
Penelitian deskriptif melibatkan
pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan
mengenai status subjek penelitian. Sebuah studi deskriptif menentukan dan
melaporkan cara. Salah satu jenis umum dari penelitian deskriptif melibatkan
sikap menilai atau pendapat terhadap individu, organisasi, peristiwa, atau
prosedur, pra-pemilu jajak pendapat politik dan survei penelitian pasar adalah
contoh dari jenis penelitian deskriptif. Data deskriptif biasanya dikumpulkan
melalui survei kuesioner, wawancara, atau observasi.
Penelitian deskriptif terdengar
sangat sederhana, ada jauh lebih dari itu, bagaimanapun, dari sekedar bertanya
dan melaporkan jawaban. Karena salah satu umumnya mengajukan pertanyaan yang
belum ditanyakan sebelumnya, instrumen biasanya harus dikembangkan untuk studi
tertentu, pengembangan instrumen membutuhkan waktu dan keterampilan. Masalah
utama lebih rumit penelitian deskriptif adalah kurangnya respon-kegagalan
subyek untuk kembali kuesioner atau menghadiri wawancara dijadwalkan. Jika
tingkat respon rendah, kesimpulan yang valid tidak dapat ditarik. Sebagai
contoh, misalkan Anda sedang melakukan penelitian untuk menentukan sikap kepala
sekolah terhadap penelitian. Anda mengirim kuesioner kepada 100 kepala sekolah
dan bertanya, "Apakah Anda biasanya bekerja sama jika diminta untuk
berpartisipasi dalam studi penelitian?" Misalkan 40 kepala sekolah
merespon dan mereka semua menjawab "ya." Bisakah Anda kemudian
menyimpulkan bahwa kepala sekolah bekerja sama? Tidak ada! Meskipun semua orang
yang menanggapi mengatakan "ya," mereka 60 yang tidak menanggapi
mungkin tidak pernah bekerja sama dengan upaya penelitian. Setelah semua,
mereka tidak bekerja sama dengan Anda! Penelitian observasional juga melibatkan
kompleksitas yang tidak nampak. Pengamat harus dilatih dan bentuk harus
dikembangkan sehingga data akan dikumpulkan secara obyektif dan andal.
Berikut ini adalah contoh dari pertanyaan khas diselidiki oleh studi penelitian deskriptif:
Bagaimana kelas dua guru menghabiskan waktu mereka? Kedua guru kelas akan diamati untuk jangka waktu dan hasil mungkin akan disajikan sebagai persentase, misalnya, 60% dari waktu mereka dihabiskan mengajar, 20% bertanya atau menjawab pertanyaan, disiplin administrasi 10%, dan 10% melakukan tugas administrasi , seperti mengumpulkan uang susu.
Berikut ini adalah contoh dari pertanyaan khas diselidiki oleh studi penelitian deskriptif:
Bagaimana kelas dua guru menghabiskan waktu mereka? Kedua guru kelas akan diamati untuk jangka waktu dan hasil mungkin akan disajikan sebagai persentase, misalnya, 60% dari waktu mereka dihabiskan mengajar, 20% bertanya atau menjawab pertanyaan, disiplin administrasi 10%, dan 10% melakukan tugas administrasi , seperti mengumpulkan uang susu.
2. Bagaimana suara warga Yortown dalam pemilihan presiden mendatang? Sebuah survei warga Yortown akan diambil (kuesioner atau wawancara), dan hasil mungkin akan disajikan sebagai persentase, misalnya, 70% mengindikasikan mereka akan memilih Peter Murni, 20% untuk Graft George, dan 10% ragu-ragu.
3. Bagaimana orang tua merasa
tentang split-pergeseran hari sekolah? Orangtua akan disurvei dan hasilnya
mungkin akan disajikan dalam hal persentase untuk, melawan, atau ragu-ragu.
Tugas Bahasa Inggris Lat 13
Latihan 13
Terjemahkan kalimat dibawah ini!
1. The dramatic solution of this murder
shows why the police are depending more and more on the sketch technique to
help them catch criminals.
Solusi yang dramatik dari pembunuhan ini menunjukan
mengapa Polisi semakin tergantung pada teknik pembuatan sketsa untuk membantu
mereka menangkap para penjahat.
2. Police have long been aware of the
possible mistakes of witnesses.
Polisi telah lama menyadari timbulnya
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dari para saksi.
3. Most of the important arrests in the
last ten years were the result of the making of sketches.
Kebanyakan dari tahanan-tahanan yang penting selama 10
tahun terakhir merupakan hasil dari pembuatan sketsa.
4. The process of modernization can
include the introduction of modern technology to the village and villages.
Proses modernisasi dapat meliputi masalah pengenalan
teknologi modern kepada desa dan orang-orang desa.
5. A more important object in this case
is not the villages but the villagers.
Sebuah objek yang lebih penting dalam persoalan ini
bukan desanya tetapi orang-orang desanya.
6. The basic problem is not the
transfer of technology.
Permasalahan yang mendasar bukanlah perpindahan
teknologi.
7. Suddenly the ox-like creature stood
upright like a man.
Dengan tiba-tiba makhluk yang menyerupai sapi jantan
itu berdiri tegak seperti seorang manusia.
8. Another great puppet-making nation
is Turkey.
Bangsa pembuat wayang kulit yang besar lainnya adalah
bangsa Turki.
9. At one time, Turkish power and
influence covered the areas from venice to the border of India.
Pada suatu ketika, kekuasaan dan pengaruh bangsa Turki
meliputi daerah-daerah dari Venesia sampai kebatas negara.
10. Most of young ladies, whose average age is about 20, have come to Berlin in
the past 18 month.
Kebanyakan wanita-wanita muda, yang usianya rata-rata
kurang dari 20 tahun, telah datang ke Berlin dalam masa 18 bulan yang terakhir.
11. Bond’s thoughts went back to his last interview with the head of the
British Secret Service in London.
Pikiran-pikiran Bond menerawang kembali keinterviewnya
yang terakhir dengan pimpinan dinas rahasia inggris Inggris ke London.
12. The work of successful double agent can destroy the work and lives of dozens,
perhaps hundreds, of other agents.
Kerja agen ganda yang yang berhasil dapat merusak
pekerjaan dan bordosin-dosin nyawa, mungkin berates-ratus agen yang lain.
13. The invention of the steam engine was also a great help.
Penemuan mesin uap juga merupakan sebuah bantuan yang
besar.
14. This method of mass production is very practical and efficient.
Metode produksi massal ini sangat praktis dan efisien.
15. Recently American TV film producers seem to have developed a liking for
producing films which have persons of extraordinary abilities as
their leading characters.
Baru-baru ini produser-produser film TV Amerika
tampaknya telah mengembangkan suatu kesukaan untuk membuat film-film yang
memiliki orang-orang berkemampuan luar biasa sebagai para pemeran utama mereka.
16. The leading character, Colonel Steve Austin, played by Lee Majors, was an
astronaut who had a terrible accident when he was on duty as a test pilot.
Aktor utamanya, yang bernama Kolonel Steve Austin,
yang dimainkan oleh Lee Major adalah seorang astronot yang mengalami sebuah
peristiwa yang mengerikan ketika dia dalam tugas sebagai seorang pilot pengetes
pesawat.
17. A young child with eyes like those of a wild animal sat leaning against the
bars of a wooden cage.
Seorang anak muda yang memiliki mata mata seperti mata
seekor binatang liar duduk bersandar pada jerji-jeruji dari sebuah sangkar
kayu.
18. His parents, who lived in a small poor hut at Tampico, Mexico could do
nothing but look at each other helplessly.
Orang tuanya, yang hidup didalam sebuah gubuk yang
kecil di Tampico, Mexico, tidak dapat berbuat apa-apa kecuali saling memandang
tanpa daya.
19. An artist at the Bureau of Technical Service of the New York Police
Department was patiently questioning the witnesses, one at a time.
Seorang artis pada biro pelayaran teknik dari
depatemen Kepolisian New York dengan sabar menanti para saksi, satu persatu.
20. The face of a youth with a large round nose and high forehead was formed.
Muka seorang anak muda dengan hidung yang besar dan bulat
serta dahi yang berbentuk besar.
21. The small piano in the home of the Handel Family was moved to the attic.
Piano kecil didalam rumah keluarga Handel dipindah ke
loteng.
22. More than 2.500 years later, around 1020 A.D, the eastern Javanese began to
influence the Balinese and among other things they introduced the mixture of
Hinduism and animism which can still be felt in modern Bali.
Lebih dari 2.500 tahun kemudian di sekitar tahun 1020
Masehi, Jawa Timur mulai mempengaruhi Bali dan diantaranya mereka
memperkenalkan percampuran kepercayaan antara paham Hindu dan animisme yang
masih dapat dirasakan sampai sekarang di daerah-daerah Bali sekarang ini.
23. The natural beauty of this country has caused in to be called “the
Playground of the middle East”.
Keindahan alami dari negara ini telah menyebabkan
negara itu mendapatkan julukan “the Playground of the middle East”.
24. Preparing the meals for the day often does not leave much time for other
house-hold chores.
Penyiapan makanan untuk hari itu sering tidak
menyisakank banyak waktu untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lainnya.
25. The first thing that caught my eyes were some flames dancing against the
dark sky.
Hal yang pertama yang dapat
saya lihat adalah beberapa nyala api yang menari-nari dikegelapan malam.
Tugas Bahasa Inggris Lat 11
Latihan 11 Halaman 66
Terjemahkan kalimat-kalimat berikut dan gunakan kamus.
Hati-hatilah waktu menafsirkan makna-makna kalimat ini.
1. a. The man in white is my teacher.
Terjemahan : Orang yang berbaju putih adalah guru saya.
b. The man whose shirt is white works in the Post Office.
Terjemahan : Orang yang berbaju putih itu bekerja di kantor pos.
c. The man who is wearing a white shirt passes my house everyday.
Terjemahan : Orang yang memakai baju putih itu melewati rumah saya setiap hari.
2. a. The Balinese dance is the ritual dance called “Baris”.
Terjemahan : Tarian Bali itu tarian ritual disebut “Baris”.
b. The Balinese dance the name of which is “Baris” is a ritual dance.
Terjemahan : Tarian Bali yang dinamakan Baris adalah tarian ritual.
c. The Balinese dance is called “Baris”. It is a ritual dance.
Terjemahan : Tarian Bali disebut Baris. Ini adalah tarian ritual.
3. a. The Balinese girl whose name is Luh Sudari has visited several countries.
Terjemahan : Seorang gadis Bali yang bernama Luh Sudari telah mengunjungi beberapa negara.
b. That Balinese girl is Luh Sudari. She has visited several countries.
Terjemahan : Gadis Bali itu bernama Luh Sudari. Dia telah mengunjungi beberapa negara.
c. That girl who has visited several countries is a famous Balinese dancer.
Terjemahan : Gadis yang telah mengunjungi beberapa negara itu adalah seorang penari Bali yang terkenal.
4. a. That boy is a good musician. His father is a mandolin player.
Terjemahan : Anak laki-laki itu adalah musisi yang baik. Ayahnya adalah pemain mandolin.
b. That man who is playing the mandolin has a son who can also play music.
Terjemahan : Seorang laki-laki yang memainkan mandolin itu mempunyai seorang anak yang dapat bermain musik juga.
c. The boy whose father is a mandolin player can play the giutar well.
Terjemahan : Seorang anak laki-laki yang ayahnya adalah seorang pemain mandolin dapat bermain gitar dengan baik.
5. a. The car of which the colour is white is brand new.
Terjemahan : Sebuah mobil berwarna putih itu adalah benar-benar baru.
b. That car is new. Its colour is white.
Terjemahan : Mobil itu baru. Warnanya putih.
c. The car which is white is new.
Terjemahan : Sebuah mobil yang berwarna putih itu adalah baru.
6. a. The girl whose car is running very fast is Sharry Affandi.
Terjemahan : Gadis yang mobilnya melaju sangat cepat itu adalah Shary Affandi.
b. That girl is Sharry Affandi. Her car can run very fast.
Terjemahan : Gadis itu adalah Sharry Affandi. Mobilnya melaju sangat cepat.
c. The car that is running over there belongs to Sharry Affandi.
Terjemahan : Mobil yang melaju di sana itu milik Sharry Affandi.
7. a. The town which you passed ten minutes a go is called Cianjur.
Terjemahan : Kota yang kamu lewati 10 menit yang lalu disebut Cianjur.
b. The town the people of which are very religious is Cianjur.
Terjemahan : Kota yang penduduknya sangat taat beragama disebut Cianjur.
c. You have passed the town which is called Cianjur.
Terjemahan : Kamu telah melewati kota yang disebut Cianjur.
8. a. I happen to remember a friend of mine who lives in this town.
Terjemahan : Saya kebetulan ingat seorang teman saya yang tinggal di kota ini.
b. A friend of mine that I remember is a friendly and pretty girl.
Terjemahan : Seorang teman saya yang saya ingat adalah seorang gadis yang ramah dan cantik.
c. A friend of mine whose name I happen to remember is a preety girl.
Terjemahan : Seorang teman saya yang namanya kebetulan saya ingat adalah seorang gadis yang cantik.
9. a. The man whose house is situased on that hill lives alone.
Terjemahan : Seorang laki-laki yang rumahnya terletak di atas bukit itu hidup sendirian.
b. The man lives alone. His house is situased on that hill.
Terjemahan : Seorang laki-laki itu hidup sendiri. Rumahnya terletak di bukit itu.
c. Do you know the man that lives alone on that hill?
Terjemahan : Apakah kamu mengetahui seorang laki-laki yang hidup sendiri di bukit itu?
10. a. The bicycle that is there is mine.
Terjemahan : Sepeda yang ada di sini punya saya.
b. Bicycle the saddle of which is torn is very expensive.
Terjemahan : Sepeda yang sadelnya robek itu sangat mahal.
c. The bicycle is very expensive. Its saddle is torn.
Terjemahan : Sepeda itu sangat mahal. Sadelnya robek.
Langganan:
Komentar (Atom)

