Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

BELAJAR YANG EFEKTIF DI MASA PANDEMI COVID -19



Halo, Siswa pebelajar! Gimana kabar kamu semua? Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya. Memang, sih, rasanya SFH alias school from home itu bosan banget. Tapi, ini semua demi kebaikan kamu dan orang lain,. Enggak apa-apa ‘mengurung diri’ dulu di rumah selama beberapa bulan, daripada harus jatuh sakit dan malah masuk rumah sakit, kan? 

Anyway, demi mendukung SFH kamu supaya berjalan lancar, kali ini mau bagi-bagi tips mengenai cara belajar efektif di rumah, nih. Biasanya, sih, kalau enggak full konsentrasi, belajar di rumah pasti bikin ngantuk. Iya, kan? 

Nah, biar kamu enggak gampang ngantuk atau enggak mudah ter-distract, berikut tips cara-cara belajar efektif di mas paandemi covid-19. 

Belajar dari rumah sudah menjadi rutinitas semua siswa sekolah saat ini. Hal ini dikarenakan virus Covid-19 yang menjadi pandemi dan momok untuk semua orang. Imbas dari adanya virus Corona yang meresahkan adalah sekolah-sekolah mewajibkan siswanya untuk belajar secara online di rumah. Lalu, bagaimana cara untuk belajar di rumah secara efektif? Yuk simak tipsnya berikut ini. 

1. Belajar di Waktu yang Tepat 

Belajar di rumah membuat waktu belajar jadi lebih fleksible, kalian bisa mengatur jam belajar sesuka hati. Namun yang perlu diperhatikan, pilihlah waktu belajar dimana kalian bisa lebih fokus untuk memahami materi. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki waktu fokus yang berbeda-beda, ada yang saat pagi haru langsung bisa fokus atau malah ada yang malam hari baru bisa fokus memahami materi. Jadi, kalian harus paham, waktu yang tepat untuk kalian memulai belajar.

2. Atur Area Belajar yang Nyaman 
Belajar sambil rebahan memang menyenangkan, tapi yakin bisa memahami materi dengan rebahan? Sebaiknya kalian mengatur ruangan atau area belajar agar lebih nyaman saat belajar. Area yang nyaman akan membuat kalian lebih fokus untuk belajar.

3. Siapkan Koneksi Internet 
Yang paling utama dalam belajar online adalah koneksi internet. Bagaimana kalian bisa belajar jika koneksi internet tidak ada? Untuk itu kalian harus memilih provider yang bagus untuk menunjang aktifitas belajar di rumah.

4. Pilih Portal Belajar Yang Efisien 
Belajar online tidak akan efektif jika kalian hanya asal belajar saja. Kalian membutuhkan portal atau platform khusus untuk belajar secara online. Jadi bagaimana belajar online di rumah versi kalian, apakah sudah efektif? Yuk coba terapkan 4 tips Cara Belajar di Rumah yang Efektif diatas untuk membuat suasana belajar lebih nyaman, efisien, dan pastinya efektif. 

Meraih sukses dengan konsep “ABCD”


a.  Pengertian Konsep “ABCD”

              Merencanakan sukses masa depan dengan konsep “ABCD”, adalah bagaimana anda mewujudkan sebuah keinginan dengan memperhatikan keseimbangan dan keselarasan antara AMBISI, BAKAT DAN MINAT, CARA, DO’A

A (Ambisi Positif)   : Ambisi, keinginan, cita-cita, impian, sesuatu yang ingin dicapai dengan emosional yang kuat untuk meraihnya

B (Bakat - Minat)   :  Bakat dan minat yang dimiliki sebagai potensi diri yang  harus dioptimalkan untuk mendukung Ambisi

C (Cara - Strategi) : Cara, Strategi atau Alat yang harus digunakan untuk meraih impian, cita-cita yang akan dicapai

D (Doa - Dzikir)     : Do’a, meminta , memohon kepada Tuhan agar diberi kelancaran dan keberhasilan untuk meraihnya (Selalu menghadirkan Tuhan dalam setiap aktivitas)              

b.  Hubungan Cita-cita dan Karir

Cita-cita secara umum adalah harapan atau keinginan dalam hati yang akan berusaha untuk diwujudkan.  Dengan semangat bercita-cita maka kita akan termotivasi untuk menggapai cita-cita kita tersebut, dan dengan motivasi itulah yang akan menjadi cambuk bagi kita untuk terus giat dan lebih giat menuju kesuksesan cita-citanya. Ada yang ingin jadi Pengusaha? ada yang ingin jadi Perwira POLRI? ada yang ingin jadi Musisi ? ada yang ingin jadi  olahragawan? Atau ada pula yang ingin menjadi dokter? dan masih banyak cita-cita lainnya yang bisa kita pilih, namun untuk menggapai itu kita memerlukan kerja keras, kita memerlukan pengorbanan, kita memerlukan semangat yang tinggi, jika sudah begitu, Insya Allah cita-cita kita akan tercapai. Amiin.

Banyak sekali jenis karir yang bisa kita ambil contoh, misalnya saja, karir seorang Perwira di Kesatuannya, ataupun  karir seorang perwira TNI di kesatuannya, ataupun karir seorang karyawan bank pada bank tempat dia bekerja, ataupun karir seorang musisi pada dunia musiknya, ataupun karir seorang olahragawan pada kejuaraan-kejuaraan yang dimenanginya, ataupun karir seorang dokter pa pada lembaga kesehatan tempat dia mengabdi, dan lain sebagainya.

Jika kita melihat pengertian karir dan cita-cita  di atas tentunya kita akan bertanya-tanya, apakah ada kaitannya antara cita-cita seseorang dengan karirnya kelak?? Jawabannya  “ada”, karena dengan memiliki cita-cita yang jelas maka tentunya akan memiliki gambaran tentang karirnya, misalnya ada yang bercita-cita ingin menjadi dokter hewan, misalnya karena hobi anda  merawat hewan dan sebagainya tentunya ketika anda benar-benar telah menjadi dokter hewan pekerjaan yang anda jalani tersebut terasa sangat nyaman dan menyenangkan bagi anda, karena anda bekerja / berkarir pada bidang yang anda sukai dan anda cita-citakan

Tips membuat cita-cita atau impian yang baik :

1.      Cita-cita, impian atau tujuan harus spesifik

2.      Memiliki tolak ukur dan indikator yang jelas

3.      Tujuan dapat diuraikan menjadi langkah - langkah yang jelas bentuk aktivitasnya.

4.      Pastikan hal itu sesuatu hal yang realistis.

5.      Target waktu yang jelas

c. Hubungan Cita-cita dan Bakat/Minat

 Dan jika anda telah menemukan cita-cita anda, maka sebaiknya anda menggali informsi lebih banyak tentang hal-hal terkait cita-cita anda tersebut, misalnya saja terkait masalah keahlian-keahlian tertentu yang harus anda miliki ketika anda ingin mewujudkn cita-cita anda tersebut, dan lain sebagainya. anda pahami semua potensi yang ada baik dalam secara fisik maupun psikis, kelebihan dan kekurangan yang anda miliki.

Bakat dan minat yang Anda miliki akan sangat mendukung terhadap cita-cita yang akan diraih. Bakat adalah sesuatu kemampuan khusus yang dimiliki oleh setiap individu. Bakat ini dapat berkembang dan tampak menonjol bilamana dilakukan latihan secara terus menerus Bakat yang berkembang selain mendukung cita-cita / karier, juga dapat menjadikan sebuat profesi atau jabatan baginya, bila berkesempatan untuk dikembangkan. Orang yang memiliki bakat tersebut seyogyanya menyadari dalam mengambil keputusan merencanakan masa depan secara serius sehubungan dengan bakat yang dimilikinya.

Minat Adalah salah satu tanda kemantapan dan kesiapan seseorang untuk memilih cita-cita / kariernya dengan adanya dorongan yang kuat dalam belajar, pekerjaan atau tugas-tugas yang dibebankannya. Minat sangat erat sekali hubungannya dengan perasaan suka atau tidak suka, tertarik atau tidak tertarik, senang atau tidak senang. Minat seseorang dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan dalam merencanakan masa depan.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengambangkan bakat dan minat adalah :

1.       Cernati berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki kemudian yakinilah.

2.       Tingkatkan konsep diri positif

3.       Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat dan bakat dengan terus menekuni dan melatih kelebihan yang dimilikinya.

4.       Jalin hubungan baik dengan siapapun dan selalu bersikap dan berpikir positif

d.  Hubungan Cita-cita dan Strategi atau Cara

Berani bermimpi dan bercita-cita setinggi langit tentu baik. Tapi keberanian untuk bermimpi itu juga harus diiringi dengan strategi atau cara yang mantap. Untuk sekedar punya mimpi dan cita-cita itu mudah, tapi berapa banyak orang yang bener-bener berpikir bagaimana cara membangun cita-cita itu supaya punya arah yang jelas, punya tujuan yang konkrit, paham akan setiap konsekuensinya, dan juga dipikirkan secara serius tahap demi tahapnya 

Strategi adalah sebuah rencana serangan atau tindakan yang dirancang sedimikian ruma untuk mencapai tujuan. Strategi yang bagus dan menjamin sukses bergantung pada seberapa realistis, seberapa detail, dan seberapa rapi langkah-langkah dalam strategi tersebut. Buatlah strategi baik sendiri maupun bersama sebuah tim, buat langkah-langkah yang perlu, tentukan batas waktu eksekusinya, lalu tinjau ulang rencananya jika sudah dilakukan

Strategi adalah terdiri dari dua komponen besar, yaitu cara - rencana - metodologi - pendekatan dan komponen ketidakpastian - masa depan - ketidaktahuan - risiko - keterbatasan. Untuk itu membutuhkan kerja keras dan cerdas untuk menemukan cara yang efektif dan efisien untuk meriah cita-cita terbut. Cara atau strategi tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk kesiapan fisik dan psikisnya (mental), sarana dan prasarananya, serta kesiapan sumber daya yang lainnya yang mendukung terhadap tercapainya cita-cita

e.  Hubungan Cita-cita dan Do’a – Dzikir

Dalam usaha meraih apa yang kita cita-citakan, selain berusaha hendaklah kita mengiringi  usaha tersebut dengan banyak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab dialah yang mengatur hidup dan kehidupan ini. Setiap orang pasti menginginkan doanya terkabul, agar doa yang kita panjatkan didengar dan dikabulkan oleh Tuhan, hendaknya kita melaksanakan segala apa yang diperintahkanNya. Kita harus beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.  Seseorang yang rajin dan tekun beribadah akan dekat dengan Tuhannya, jika hubungan dengan tuhannya telah dekat, maka apa yang diminta biasanya akan diperhatikan dan dikabulkan. Tetapi apabila permintaannya tidak dikabulkan, yakinlah bahwa apa yang Tuhan berikan itulah yang terbaik, Tuhan tidak memberikan apa yang kita minta, tetapi Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, itu merupakan gambaran betapa maha pengasih dan penyayangnya Tuhan pada kita.

Dengan berdoa hati kita menjadi tentram dan tenang. Bagaimana tata krama berdoa itu sendiri? Segala sesuatu ada aturan dan tata caranya, demikian juga dalam berdoa. Agar doa yang kita panjatkan diterima oleh Tuhan hendaknya kita memperhatikan tatakrama berdoa yaitu;

1.    Memulai doa dengan memuji syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan kebaikan yang diberikannya kepada kita.

2.    Memohon atau berdoa dengan merendahkan diri. Ketika berdoa kepada Tuhan hendaknya kita bersikap merendahkan diri penuh harap dan yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan permintaan kita.

3.    Memohon sesuatu yang baik dan masuk akal misalnya berdoa agar diberi ilmu yang bermanfaat, kesehatan lahir dan bathin, kemudahan dalam belajar, bekerja dan sebagainya.

4.    Tidak memohon sesuatu yang tidak baik dan tidak masuk akal. Memohon sesuatu yang tidak baik misalnya berdoa agar orang lain mendapatkan celaka, sedangkan berdoa yang tidak masuk akal misalnya berdoa agar bisa terbang seperti burung.

Yang terakhir adalah mengakhiri doa dengan memuji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana kita memulai doa,


Sumber :

1.  Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 12, Yogyakarta, Paramitra

2.  Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan  Konseling bidang pribadi, Yogyakarta, Paramitra

3.  Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games) dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra

 


6 Cara untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ)


Kecerdasan emosional (EQ) adalah bagaimana Anda mengekspresikan emosi dan mengatasinya dengan cara yang positif bahkan di situasi yang penuh tekanan. Orang dengan EQ tinggi sering mampu untuk berkomunikasi secara efektif, berempati dengan orang lain, mengatasi kesulitan dan meredakan konflik. Pengetahuan dan pemahaman ini, sebagian besarnya, merupakan proses non-verbal yang membentuk pemikiran dan mempengaruhi seberapa baik Anda berhubungan dengan orang lain.

IQ dan EQ, apa bedanya?
Tidak seperti kecerdasan intelektual atau yang dikenal dengan IQ, EQ adalah kemampuan yang bisa dipelajari, bukan sesuatu yang Anda bawa sejak lahir. Namun, mempelajari kecerdasan emosional tak ada artinya jika Anda tidak menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan. Hanya karena Anda tahu bahwa Anda harus melakukan sesuatu, bukan berarti Anda akan melakukannya—terutama saat Anda terbebani stres, yang bisa mengalahkan niat baik Anda.
Seperti yang diketahui, menjadi orang tercerdas yang paling sukses tak menjamin Anda bisa menjadi orang paling sejahtera dalam hidup. Anda mungkin mengenal orang yang cemerlang secara akademis tetapi tidak kompeten secara sosial, dan tidak berhasil dalam pekerjaan atau hubungan pribadinya. Kecerdasan intelektual (IQ) tidaklah cukup untuk dengan sendirinya sukses dalam kehidupan.
Ya, IQ Anda bisa membantu Anda masuk ke perguruan tinggi, tetapi kecerdasan emosional alias EQ-lah yang akan membantu Anda mengatasi stres dan emosi saat menghadapi ujian akhir. IQ dan EQ ada secara bersamaan dan akan paling efektif saat keduanya saling membangun satu sama lainnya.
Empat hal dalam hidup Anda yang bisa berantakan tanpa EQ

1. Kinerja Anda di sekolah atau pekerjaan
Kecerdasan emosional dapat membantu Anda mengatasi masalah sosial di tempat kerja, memimpin dan memotivasi orang lain, dan menjadi unggul dalam karir Anda. Bahkan, jika sudah menyangkut penilaian calon karyawan, banyak perusahaan yang sekarang menganggap kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kemampuan teknis dan menggunakan tes EQ sebelum mempekerjakan mereka.

2. Kesehatan fisik Anda
Jika tidak mampu mengatasi emosi, kemungkinan Anda juga tidak bisa mengatasi stres. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Stres yang tidak terkendali bisa meningkatkan tekanan darah, menekan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, berkontribusi terhadap ketidaksuburan, dan mempercepat proses penuaan. Langkah pertama untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah dengan belajar cara meredakan stres.

3. Kesehatan mental Anda
Emosi dan stres yang tidak terkendali juga bisa berdampak pada kesehatan mental, membuat Anda rentan terhadap kecemasan dan depresi. Jika Anda tidak bisa memahami emosi Anda, tidak merasa nyaman dengan emosi Anda, dan tak bisa mengatasi emosi Anda, Anda akan berisiko tidak mampu membangun hubungan yang kuat, yang bisa membuat Anda merasa kesepian dan terisolasi.

4. Hubungan Anda dengan orang lain
Dengan memahami emosi Anda dan mengetahui cara mengatasinya, Anda akan lebih mampu mengekspresikan bagaimana perasaan Anda dan memahami perasaan orang lain. Ini memungkinkan Anda untuk berkomunikasi secara lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih kuat, baik di tempat kerja maupun di kehidupan pribadi Anda.

Enam kunci untuk meningkatkan EQ

1. Mengurangi emosi negatif
Mungkin inilah aspek EQ yang paling penting, yaitu kemampuan untuk mengatasi emosi diri secara efektif sehingga tidak membebani pikiran dan tidak mempengaruhi kemampuan Anda mengambil keputusan.

Untuk mengubah perasaan negatif Anda tentang suatu situasi, pertama Anda harus mengubah cara berpikir Anda tentang hal tersebut. Misalnya, cobalah agar tidak mudah berprasangka buruk terhadap tindakan orang. Ingat, mungkin saja ada maksud baik di balik tindakan mereka.

2. Berlatih tetap tenang dan mengatasi stres
Sebagian besar orang pasti pernah mengalami stres dalam kehidupan. Bagaimana Anda mengatasi situasi stress ini akan mempengaruhi EQ. Misalnya, apakah Anda bersikap asertif, atau reaktif? Tetap tenang, atau kewalahan?

Saat berada dalam tekanan, hal paling penting untuk diingat adalah menjaga diri tetap tenang. Misalnya dengan membasuh wajah dengan air dingin atau mulai berolahraga aerobik untuk mengurangi stres.

3. Berlatih mengekspresikan emosi yang tak mudah
Ada masa-masa dalam kehidupan di mana Anda perlu untuk membuat batasan sehingga orang lain tahu di mana posisi Anda. Ini bisa mencakup:
memberanikan diri untuk tidak sependapat dengan orang lain (tanpa bersikap kasar) berkata “tidak” tanpa merasa bersalah menetapkan prioritas pribadi berusaha mendapatkan apa yang berhak Anda dapatkan melindungi diri sendiri dari tekanan dan gangguan.

4. Bersikap proaktif, bukan reaktif, saat berhadapan dengan orang yang memicu emosi Anda
Kebanyakan orang pasti pernah dihadapkan pada orang-orang yang menyebalkan atau mempersulit hidup Anda. Anda mungkin akan “terjebak” dengan orang seperti ini di tempat kerja atau bahkan di rumah. Sangat mudah untuk membiarkan orang-orang seperti ini memengaruhi Anda dan merusak hari Anda. 

Anda dapat mencoba menenangkan diri dulu sebelum Anda berbicara dengan orang yang sering memicu emosi negatif di diri Anda, terutama ketika Anda merasa marah. Anda juga bisa mencoba melihat situasi dari sudut pandang orang tersebut.
Namun demikian, berempati bukan berarti mentoleransi perilaku yang tidak pantas. Anda tetap perlu menekankan bahwa ada konsekuensi untuk segala hal.

5. Kemampuan untuk bangkit dari kesulitan
Hidup tidak selalu mudah—semua orang tahu itu. Bagaimana Anda memilih untuk berpikir, merasa, dan bersikap saat dalam situasi sulit, sering kali bisa menentukan apakah Anda akan terus punya harapan atau malah putus asa, apakah Anda akan terus optimis atau malah frustrasi, dan apakah Anda akan mengalami kemenangan atau justru kekalahan.

Dalam setiap situasi sulit yang dijumpai, ajukan pertanyaan seperti,
“Apa pelajaran yang bisa diambil di sini?”
“Bagaimana saya bisa belajar dari pengalaman ini?”
“Apa yang paling penting sekarang?”
“Jika saya berpikir dengan cara yang berbeda, apa ada jawaban yang lebih baik?”
Semakin tinggi kualitas pertanyaan yang Anda ajukan, semakin baik pula jawaban yang akan Anda dapatkan. Ajukan pertanyaan yang membangun berdasarkan proses belajar dan prioritas, dan Anda bisa mendapatkan sudut pandang yang tepat untuk membantu Anda mengatasi situasi yang sedang dihadapi.

6. Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dalam hubungan pribadi
Kemampuan untuk secara mengungkapkan emosi penuh kasih sayang sangat penting untuk mempertahankan hubungan pribadi yang erat. Emosi ini dapat tersampaikan melalui perkataan, bahasa tubuh, dan perilaku. Misalnya melalui kontak mata yang positif, senyum, mendengarkan dengan empati, atau sekadar menawarkan makanan. 

Anda tak hanya harus bisa berbagi perasaan mendalam dengan orang lain dalam hubungan pribadi Anda, namun Anda juga harus dapat merespon dengan positif saat orang tersebut mengekspresikan emosi yang mendalam kepada Anda.

Sumber Asli;



MEMBANGUN KERJASAMA ANTAR UMAT BERAGAMA


a.   Pengertian Kerjasama Antar Umat Beragama
pulpenguru.blogspot.com
Kerjasama umat bragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical, menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian, saling menghormati, saling percaya diantara umat beragama, bahkan menerbitkan rumah ibadah.
Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat, menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan :  
1.   Saling tenggang rasa, saling menghargai, toleransi antar umat beragama
2.   Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
3.   Melaksanakan ibadah sesuai agamanya, dan
4.   Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah.
Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama, ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.

b. Manfaat Kerjasama Antar Umat Beragama
   
suduthukum.com

 Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara. Dialog antar umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa. "Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara,"
Tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur, berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. Pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa, baik secara ilmu maupun karakter. "Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama.
Kerjasama di antara umat beragama merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan kerjasama yang erat di antara mereka, kehidupan dalam masyarakat akan menjadi aman, tenteram, tertib, dan damai. Bentuk kerjasama antar umat beragama di antaranya sebagai berikut:
1.   Adanya dialog antar pemimpin agama
2.   Adanya kesepakatan di antara pemimpin agama untuk membina agamanya masing-masing.
3.   Saling memberikan bantuan bila terkena musibah bencana alam

Kerjasama Antar Umat Beragama

Kerja sama merupakan hubungan yang dinilai paling berhasil dalam suatu kemajemukan. Oleh karenanya hal ini menjadi mutlak dilakukan di negara kita yang majemuk. Kerja sama harus dilakukan untuk menghasilkan pembaruan yang diinginkan. Selain itu, kerja sama juga dapat memperkuat atau memberdayakan orang atau kelompok lain yang belum terlibat. Dengan kerja sama, masalah-masalah akibat perbedaan etnis, agama, dan budaya dapat diatasi. Contoh, kerja sama dalam pembangunan jembatan yang rusak dapat menyatukan warga di wilayah yang berbeda. Kerja sama dapat pula dilakukan antarumat beragama. Kerja sama antarumat beragama meliputi berbagai bidang. Beberapa bidang kerja sama antarumat beragama antara lain sebagai berikut :
1.    Penegakan Keadilan
Kerjasama antarumat beragama dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk mengurangi atau memberantas praktik ketidakadilan yang sudah menyengsarakan rakyat dan umat dalam waktu yang cukup lama. Misalnya, dengan melaporkan pihak yang melakukan korupsi kepada penegak hukum.
2.  Perbaikan taraf hidup  (ekonomi)
Kerja sama antarumat beragama memungkinkan adanya perbaikan taraf hidup bagi pemeluknya. Salah satu contoh kerja sama dalam bidang ini adalah penggalangan dana untuk membantu korban bencana dan membuka lapangan kerja untuk warga yang belum bekerja.
3.   Perbaikan Akhlak
Para pemimpin dan tokoh-tokoh agama dituntut untuk bisa bekerja sama dalam menyuarakan kehendak agama demi kebaikan, perdamaian, kebahagian, dan keselamatan umat manusia. Misalnya dengan mendukung diberantasnya perilaku seks bebas yang dapat merusak mental dan perilaku remaja.

Jangan lupa >>>>>Mohon Tanggapan dengan mengisi form dengan klik disini>>>>>>>>>>

c.   Kendala-Kendala dalam Kerukunan Antar Umat Beragama
1)  Rendahnya Sikap Toleransi

Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini, khususnya di Indonesia, adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. Knitter. Sikap ini muncul sebagai akibat dari pola perjumpaan tak langsung (indirect encounter) antar agama, khususnya menyangkut persoalan teologi yang sensitif. Sehingga kalangan umat beragama merasa enggan mendiskusikan masalah-masalah keimanan. Tentu saja, dialog yang lebih mendalam tidak terjadi, karena baik pihak yang berbeda keyakinan/agama sama-sama menjaga jarak satu sama lain. Masing-masing agama mengakui kebenaran agama lain, tetapi kemudian membiarkan satu sama lain bertindak dengan cara yang memuaskan masing-masing pihak. Yang terjadi hanyalah perjumpaan tak langsung, bukan perjumpaan sesungguhnya. Sehingga dapat menimbulkan sikap kecurigaan diantara beberapa pihak yang berbeda agama, maka akan timbullah yang dinamakan konflik.

Jangan lupa >>>>>Mohon Tanggapan dengan mengisi form dengan klik disini>>>>>>>>>>
2) Kepentingan Politik

kompasiana.com
Faktor Politik, Faktor ini terkadang menjadi faktor penting sebagai kendala dalam mncapai tujuan sebuah kerukunan anta umat beragama khususnya di Indonesia, jika bukan yang paling penting di antara faktor-faktor lainnya. Bisa saja sebuah kerukunan antar agama telah dibangun dengan bersusah payah selama bertahun-tahun atau mungkin berpuluh-puluh tahun, dan dengan demikian kita pun hampir memetik buahnya. Namun tiba-tiba saja muncul kekacauan politik yang ikut memengaruhi hubungan antaragama dan bahkan memorak-porandakannya seolah petir menyambar yang dengan mudahnya merontokkan “bangunan dialog” yang sedang kita selesaikan. Seperti yang sedang terjadi di negeri kita saat ini, kita tidak hanya menangis melihat political upheavels di negeri ini, tetapi lebih dari itu yang mengalir bukan lagi air mata, tetapi darah; darah saudara-saudara kita, yang mudah-mudahan diterima di sisi-Nya. Tanpa politik kita tidak bisa hidup secara tertib teratur dan bahkan tidak mampu membangun sebuah negara, tetapi dengan alasan politik juga kita seringkali menunggangi agama dan memanfaatkannya.

3) Sikap Fanatisme

Di kalangan Islam, pemahaman agama secara eksklusif juga ada dan berkembang. Bahkan akhir-akhir ini, di Indonesia telah tumbuh dan berkembang pemahaman keagamaan yang dapat dikategorikan sebagai Islam radikal dan fundamentalis, yakni pemahaman keagamaan yang menekankan praktik keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah ajaran agama seharusnya diadaptasikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Mereka masih berpandangan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan dapat menjamin keselamatan menusia.
Pandangan-pandangan semacam ini tidak mudah dikikis karena masing-masing sekte atau aliran dalam agama tertentu, Islam misalnya, juga memiliki agen-agen dan para pemimpinnya sendiri-sendiri. Islam tidak bergerak dari satu komando dan satu pemimpin. Ada banyak aliran dan ada banyak pemimpin agama dalam Islam yang antara satu sama lain memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang agamanya dan terkadang bertentangan. Tentu saja, dalam agama Kristen juga ada kelompok eksklusif seperti ini. Kelompok Evangelis, misalnya, berpendapat bahwa tujuan utama gereja adalah mengajak mereka yang percaya untuk meningkatkan keimanan dan mereka yang berada “di luar” untuk masuk dan bergabung. Bagi kelompok ini, hanya mereka yang bergabung dengan gereja yang akan dianugerahi salvation atau keselamatan abadi. Dengan saling mengandalkan pandangan-pandangan setiap sekte dalam agama teersebut, maka timbullah sikap fanatisme yang berlebihan
Pamela Espland dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Ramaja Gaul menuliskan 9 (sembilan) alasan bagi para remaja untuk pergi ke rumah ibadah atau menghadiri pertemuan-pertemuan keagamaan, yaitu sebagai berikut :
1.   Komunitas religius mengurangi tindakan-tindakan penuh resiko. Remaja yang aktif dalam kegiatan keagamaan memiliki risiko yang lebih kecil untuk terkena pengaruh negatif pergaulan, seperti penggunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, dsb, dibandingkan dengan remaja yang tidak bergabung dengan komunitas keagamaan.
2.   Komunitas religius mengajarkan nilai-nilai. Nilai-nilai kebaikan ini akan mengarahkan para pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan membuat pilihan-pilihan positif.
3.   Komunitas religius tidak memiliki batasan usia. Tiadanya batasan usia membuat kita dapat bertemu dengan orang-orang dari berbagai tingkatan usia.
4.   Komunitas religius menyediakan perlindungan dan sandaran. Kamu akan menjalin hubungan dengan guru-guru pelajaran agama, pemimpin kaum muda, rekan sebaya, keluarga, dan pembimbing yang peduli padamu dan selalu siap membantu pada saat senang dan susah.
5.   Komunitas religius menaruh harapan tinggi pada kaum muda. Pemahaman akan potensi besar membuat komunitas religius selalu memotivasi dan memfasilitasi remaja untuk tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, sukses dan berprestasi.
6.   Komunitas religius menyediakan kesempatan agar kamu menjadi anggota kelompok yang bisa berkontribusi.
7.   Komunitas religius mendorong kamu untuk melayani orang lain. Orang yang terbaik adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.
8.   Komunitas religius memupuk kemampuan bersosialisasi dan sifat kepemimpinan. Komunitas ini memberi kesempatan pada remaja untuk memimpin, merencanakan program, menjadi pemimpin agama bagi rekan-rekan sebaya dan anak yang lebih muda melalui kegiatan positif.
9.   Komunitas religus menawarkan stabilitas. Sesuatu yang dibuat oleh manusia pasti akan mengalami perubahan. Hanya nilai-nilai dan ajaran agama yang berasal dari Tuhan yang tidak akan pernah berubah.
Sumber :
  1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 12,     Yogyakarta, Paramitra 
  2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta, Paramitra 
  3. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games) dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra
>>>>>Mohon Tanggapan dengan mengisi form dengan klik disini>>>>>>>>>>


PPDB JAWA TIMUR

Dengan hormat,
Berikut ini tutorial dan informasi terkait PPDB jenjang SMA/SMK Jatim 2020.

*1. TUTORIAL UNTUK AMBIL PIN*


*2. UPT TIKP DISDIK JATIM*


*3. PPDB JATIM : 2020 KUOTA KHUSUS ANAK TENAGA KESEHATAN*


*4. PPDB JATIM 2020 : KETENTUAN ANAK GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN*


*5. PPDB JATIM 2020 : SURAT KETERANGAN TIDAK BUTA WARNA DAN TINGGI BADAN DAPAT DIGANTI*


*6. PPDB JATIM 2020 : VERIFIKASI NILAI RAPOR*


*7. PPDB JATIM 2020 : PENJELASAN TENTANG ZONA*


*8. JUKNIS PPDB SMA/SMK/PKPLK JATIM 2020*


*9. PPDB JATIM 2020 : CALL CENTRE*


*INFO RESMI PPDB JATIM 2020*
Kini dapat diakses melalui Channel Youtube UPT. TIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Non Komersial)
Untuk dapatkan update info terbaru.
Terimakasih.


Achmad Alfian Majdi,
Ka. UPT. Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP)
Dinas Pendidikan Prov. Jatim


INFORMASI PMR SMAN 1 WRINGINANOM

Materi Pembelajaran COVID’19

Apa itu CORONAVIRUS ?




Silakan Klik Materi di bawah ini


SELANJUTNYA ISI >>>>>>DAFTAR HADIR>>>>>>YAAA


Surat Pemberitahuan Kelulusan

Download Surat Edaran >>>>>>>>>>>klik disini Download Daftar siswa Lulus >>>>>klik disini atau klik disini, jika belum tampil buka DAFTAR SISWA LULUS

Rapat Pleno Kelulusan Lihat disini 

Upacara Peringatan Hari Pendidikan 2020 Online


Download pidato Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020 Klik disini

Hari Pendidikan Nasional 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selaku panitia peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 . Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang umumnya dilakukan satuan pendidikan, kantor Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, serta perwakilan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri sebagai bentuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Pemberitahuan ini disampaikan melalui surat yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 42518/MPK.A/TU/2020 tanggal 29 April 2020.

"Kemendikbud menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas Tahun 2020 pada tanggal 2 Mei 2020 pukul 08.00 WIB secara terpusat, terbatas, dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah. Hal ini kita lakukan tanpa mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara," ujar Sekretaris Jenderal Kemendikud Ainun Na'im di Jakarta, Rabu (29/04).

Sesjen Kemendikbud mengimbau instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk mengikuti jalannya upacara bendera secara virtual melalui siaran langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI dari rumah ataupun tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, Kemendikbud juga mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri tidak mengadakan kegiatan/aktivitas peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi.

"Kita tetap perhatikan anjuran Bapak Presiden untuk melakukan pembatasan sosial dan jaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Ainun.

Adapun demikian, untuk memperingati dan memeriahkan Hardiknas Tahun 2020 insan pendidikan dapat melakukan beragam aktivitas/kegiatan kreatif yang menjaga dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat Covid-19, mendorong pelibatan dan partisipasi publik, serta mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami juga mengajak insan pendidikan untuk dapat menyaksikan program peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang diberi judul sesuai tema, yakni 'Belajar dari Covid-19' di TVRI pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 pukul 19.00 WIB," terang Ainun Na'im.

Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 disusun dengan memerhatikan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coronavirus Disease 2019 dan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 sebagai Bencana Nasional.

Sumber : 

4 Macam Tipe Soal TPS Pengetahuan Kuantitatif UTBK 2020

pahamify.com

Pemerintah telah mengumumkan jadwal terbaru dari LTMPT yang akan dilaksanakan pada 5 - 12 Juli 2020. Jadi, anda punya waktu kurang lebih dua bulan lagi buat memantapkan belajar anda. Tapi, jangan sampai lupa istirahat dan jaga kesehatan.

Sebelumnya, anda sudah mengetahui apa itu Tes Potensi Skolastik (TPS). Tes ini digunakan untuk mengukur potensi dalam ranah kemampuan kognitif, logika, atau nalar dan pemahaman umum. Pada tes ini, terdapat 4 subtes, yaitu Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan, Pengetahuan Umum, dan Pengetahuan Kuantitatif.
Dari keempat subtes tersebut, anda harus paham  bagaimana tipe soal dari setiap subnya. Sebenarnya bagaimana tipe soal TPS (tes potensi skolastik) pengetahuan kuantitatif?

1. Berbentuk pilihan ganda biasa

Pada tipe ini, anda akan diberikan soal mengenai logika dasar dan matematika level dasar. Meskipun begitu, tidak jarang anda akan menemui kesulitan. Kuncinya, anda harus pahami dulu konsep dasarnya agar bisa mengerjakan soal ini dengan cepat dan tepat.

Contoh soal:

Subtopik: Bilangan

Jika A* adalah bilangan pembulatan bilangan A ke satuan terdekat, maka nilai A - A* untuk A = 8.922 adalah ...

A. 0,078
B. 0,922
C. 0
D. -0,078
E. -0,922

Jawaban: D

Pembahasan:

Karena A = 8.992, maka akan didapat A* = 9. Sehingga A - A* = 8.992 - 9 = -0,078
2. Terdapat pilihan (1), (2), (3), dan (4)
Pada soal tipe ini, anda akan diberikan sebuah pertanyaan dan 4 informasi. Lalu, anda diminta untuk memilih informasi mana yang benar berdasarkan pernyataan yang diberikan.

Contoh soal:

Subtopik: Bilangan

(1) 39.999 bulan
(2) 599 lustrum
(3) 399 dasawarsa
(4) 299 windu

Manakah waktu yang setara dengan lebih dari 3.000 tahun?
A. (1), (2), dan (3) SAJA yang benar.
B. (1) dan (3) SAJA yang benar.
C. (2) dan (4) SAJA yang benar.
D. HANYA (4) yang benar
E. SEMUA pilihan benar.

Jawaban: B

Pembahasan:

(1) 39.999 bulan
Ingat bahwa 12 bulan = 1 tahun atau 1 bulan = 1/12 tahun. Maka, Sehingga lebih dari 3.000 tahun.



(2) 599 lustrum
Ingat bahwa 1 lustrum = 5 tahun. Maka,
Sehingga, kurang dari 3.000 tahun.
(3) 399 dasawarsa
Ingat bahwa 1 dasawarsa = 10 tahun. Maka,



Sehingga, lebih dari 3.000 tahun.
(4) 299 windu
Ingat bahwa 1 windu = 8 tahun. Maka,



Sehingga, kurang dari 3.000 tahun.
Maka, waktu yang setara dengan lebih dari 3.000 tahun ditunjukkan oleh nomor (1) dan (3).

3. Analisis kecukupan data

Pada tipe ini, anda akan diberikan sebuah pertanyaan dan dua informasi. Anda diminta untuk menganalisis informasi mana saja yang dibutuhkan, sehingga pertanyaan yang diberikan dapat terjawab.

Contoh soal:

Subtopik: Aljabar

Diketahui beberapa kamar di hotel A akan ditempati oleh atlet-atlet olimpiade. Berapa banyak atlet yang akan menginap?

(1) Jika satu kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi.
(2) Jika satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar.

A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
B. Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
C. DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
D. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

Jawaban: C

Pembahasan:

Misalkan, banyaknya kamar adalah x dan banyaknya atlet adalah y.
Pernyataan (1)
Jika satu kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi, sehingga banyak kamar yang digunakan adalah x - 1 kamar. Karena setiap kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka banyaknya atlet secara keseluruhan adalah:




Perhatikan bahwa banyaknya atlet masih bergantung dengan banyaknya kamar, sehingga belum terjawab berapa banyak atlet yang akan menginap.

Pernyataan (2)
Jika satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar. Satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka banyak atlet yang sudah menempati kamar adalah 6x. Tetapi, terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapat kamar. Sehingga banyak atlet secara keseluruhan adalah:



Perhatikan bahwa banyaknya atlet masih bergantung dengan banyaknya kamar, sehingga belum terjawab berapa banyak atlet yang akan menginap. Jadi, masing-masing pernyataan tidaklah cukup untuk menjawab pertanyaan. Maka, cek gabungan kedua pernyataan.

Gabungan pernyataan (1) dan (2)
Jika satu kamar diisi oleh 7 orang atlet, maka terdapat 1 kamar yang tidak terisi. Jika satu kamar diisi oleh 6 orang atlet, maka terdapat 14 orang atlet yang tidak mendapatkan kamar. Dari kedua pernyataan didapat dua buah persamaan, yaitu:


Sehingga,




Maka,



Sehingga, terjawab bahwa terdapat 140 atlet yang akan menginap. Maka, DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.

4. Analisis perbandingan dua nilai

Pada tipe ini, anda akan diberikan sebuah informasi dan dua buah variabel (misal P dan Q). Umumnya, variabel P nilainya dicari berdasarkan informasi yang diberikan dan variabel Q nilainya diberikan. Kemudian, anda diminta untuk menentukan hubungan antara variabel P dan Q, mana yang lebih besar nilainya.

Contoh soal:

Subtopik: Bilangan

Sebanyak 20 jeruk di kotak P, masing-masing memiliki berat yang kurang dari setiap jeruk yang ada di kotak Q. Jika di kotak Q terdapat 19 jeruk, berapakah median berat dari 39 jeruk di kotak P dan Q?

(1) Berat dari jeruk yang paling ringan di kotak Q adalah 90 gram.
(2) Berat dari jeruk yang paling berat di kotak P adalah 75 gram.

A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.
B. Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
C. DUA pernyataan BERSAMA-SAMA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi SATU pernyataan SAJA tidak cukup.
D. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan (2) SAJA cukup.
E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

Jawaban: B

Pembahasan:

Misalkan, berat jeruk-jeruk tersebut setelah diurutkan dari yang paling ringan hingga paling berat adalah x1, x2, x3, …, x39. Maka jeruk-jeruk dengan berat x1, x2, x3, …, x20 berada di kotak P dan jeruk-jeruk dengan berat x21, x22, x23, …, x39 berada di kotak Q.
Median berat dari 39 jeruk tersebut adalah x20, yang berarti berat jeruk yang paling berat di kotak P.

Semoga bermanfaat.
Mohon isi instrumen>>>>>>>>disini atau klik instrumen penilaian 

Sumber :