Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

Selalu Setia Memberikan Informasi Yang Terbaik

Pilihan Karir Sesuai Tipe Kepribadian

Pengantar>>>>>>>>>


Sebagai suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas. Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.


Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut.

Pilihan Karir dan Tipe Kepribadian (Teori Holland)


Menurut Holland, ada 6 tipe kepribadian yang sangat berpengaruh dalam pola karir yang dipilih oleh seseorang. Adapun tipe-tipe kepribadian itu sebagai berikut :

1. Realistis

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain.

Orang model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas-tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan tantangan bagi penghuni lingkungan ini. Untuk dapat memecahkan masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan mekanik, ketahanan dan gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan seringkali berada diluar gedung. Sifat-sifatyang nampak dengan jelas dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan keberhasilan.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, operator mesin/radio, sopir truk, petani, penerbang, pengawas bangunan, ahli listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis.

2. Intelektual

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat intraseptif.

Orang model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif. Bukan tergantung kepada pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan masalah yang efektif dan efisien diperlukan intelejensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat objektif dan bisa diukur, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan memerlukan kecakapan intelektual daripada kecakapan manual. Kecakapan menulis mutlak dipelihara dalam oreientasi ini.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli fiika, ahli biologi, kimia, antropologi, matematika, pekerjaan penelitian, dan pekerjaan lain yang sejenis.

3. Sosial

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm membutuhkan perhatian, memiliki kecakapan verbal, hubungan antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapid an teratur, menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan.

Orang model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan untuk menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Secara umum orientasi kerja dapat menimbulkan rasa harga diri dan status.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, guru, pekerja sosial, konselor, misionari, psikolog klinik, terapis, dan pekerjaan lain yang sejenis.

4. Konvensional

Tipe model ini pada umumnya memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari situasi yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaaan, memberi nilai yang tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya ketergantungan pada atasan.

Orang model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai dengan berbagai macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses informasi verbal dan dan matematis secara kontinu, rutin, konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah akan nampak dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, kasir, statistika, pemegang buku, pegawai arsip, pegawai bank, dan pekerjaan lain yang sejenis.

5. Usaha

Tipe model ini memiliki cirri khas diantaranya menggunakan ketrampilan-ketrampilan berbcara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan, status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan.

Orang model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang menitikberatkan kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, pedagang, politikus, manajer pimpinan eksekutif perusahaan, perwakilan dagang, dan pekerjaan lain yang sejenis.

6. Artistik

Tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri.

Orang model orientasi artistic ini ditandai dengan berbagai macam tugas dan masalah yang memerlukan interpretasi atau kreasi bentuk-bentuk artistic melalui cita rasa, perasaan dan imajinai. Dengan kata lain, orientasi artistic lebih menitikberatkan menghadapi keadaan sekitar dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal, keteraturan, atau keadaan yang menuntut ketrampilan fisik. Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli musik, ahli kartum ahli drama, pencipta lagu, penyair, dan pekerjaan lain yang sejenis.

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PERGURAN TINGGI SWASTA

 PENERIMAAN MAHASISWA BARU

STIKES RS ANWAR MEDIKA (STIKES RSAM) TA 2021/2022

1. Video Profil Kampus 



4. Tautan web PMB Kampus : 

Klik >>> http://pmb.stikesrsanwarmedika.ac.id/

5. Tautan Youtube Kampus :Klik >>> https://www.youtube.com/channel/UCWAn-y7j71eW0LgBuLRXXDg

6. Tautan IG Kampus 

Klik >>> https://www.instagram.com/stikes_anwarmedika/

7. Tautan FB Kampus : 

Klik >>> https://www.facebook.com/stikesrsam

8. Tautan Brosur Kampus : 

Klik >>> https://drive.google.com/drive/folders/1Da5-17ALlqWSAjEI_vIPj69v8XtQ2oWD

9. Tautan Poster Kampus : 

Klik>>> https://drive.google.com/file/d/19h8zzNnvZDVdSIWMBkRQpwGj0XhCwiVU/view

10. Nomor Kontak Info PMB : 

0822 3336 2014

11. Nomor Kontak Bagian Keuangan PMB : 

0822-3336-2014 (Whatsapp Only)

12. Tautan Biaya Kuliah : 

Klik >https://stikesrsanwarmedika.ac.id/2021/02/22/biaya-kuliah/

Selanjutnya jika mempunyai keinginan mendaftar, silakan menghubungi Guru BK di sekolah.





 PENERIMAAN MAHASISWA BARU

POLITEKNIK INDONESIA TA 2021/2022


Masih bingung menentukan pilihan?? , ingin Kuliah, kerja atau Kuliah sambil kerja? 

Tonton dlu yaa biar faham



Polindo Internasional jalur cepat Kerja dan Berwirausaha, dengan adanya Program Penyaluran Kerja Sebelum Wisuda

Mencetak profesional muda Siap & cepat terserap di Dunia Kerja / Berwirausaha.

Info Polindo :

Wa : 085790504878

Ig : @polindo_surabaya







Selanjutnya jika mempunyai keinginan mendaftar, silakan menghubungi Guru BK di sekolah.

Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK

Berikut kami sampaikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK :

Kiat Sukses Studi Lanjut Ke Perguruan Tinggi

 

a. Hal yang Perlu Diketahui

Sebelum mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu, diantaranya :

1. Mengenal Bentuk-bentuk Perguruan Tinggi

Sebelum menentukan lembaga pendididkan lanjutan / Perguruan tinggi yang akan dipilih, perlu mengetahui terlebih dahulu tentang batasan dan bentuk-bentuk perguruan tinggi di Indonesia agar tidak salah dalam menentukan  pilihan. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.

Bentuk-bentuk perguruan tinggi tersebut adalah sebagai berikut : 

    1. Universitas :

adalah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program akademik dan/atau professional yang beragam dan dikelompokkan dalam fakultas-fakultas. Setiap fakultas dibagi lagi dalam program studi/jurusan. Misalnya fakultas ekonomi memiliki jurusan akutansi, mamajemen, studi pembangunan; fakutas teknologi industri, memiliki jurusan matematika, fisika, kimia,  Contoh Universitas :

Universitas Negeri : UNY, UI, UGM, UNDIP, UNS, UNSRI, UNHAS

Unversitas Swasta : UII, UPN, UKI, UAD, UTY, UPI, UAJY, USD,dll

         2.  Institut :

  Adalah suatu Perguruan Tingi yang menyelenggarakan progam pendidikan akademik dan/ atau professional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian yang sejenis. Misalnya memilikii program studi peternakan, pertanian. Contoh Institut :

        Institut Negeri : IPB, ITS, IPB, ISI

        Instiut Swasta :  ISTA, INSTIPER, dll

      3.  Sekolah Tinggi :

            Adalah Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/ atau profesional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Misalnya Sekolah Tinggi Seni Rupa, (memiliki jurusan SeniLukis, Seni Patung), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Contohnya.

Sekolah Tinggi Negeri : STT Bandung, STTN, STAN

Sekolah Tinggi Swasta : STIE YKPN, STTNAS, STIKES, dll

      4.  Akademi :

Adalah   Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian tertentu. Lebih menekankan pada keterampilan praktik kerja dan kemampuan untuk mandiri. Contoh :

Akademi Negeri : AAU, AAL, AIP, ATK, APP

Akademi Swasta : ABA, YIPK, AA YKPN, AMIK, dll

      5.  Politeknik

Adalah serupa dengan Akademi, menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Bedanya dibandingkan dengan Akademi, politeknik memberikan porsi lebih besar pada praktik. Contoh Politeknik :

Politeknik Negeri : Politek Manufaktur Bandung, Politek Negeri Jakarta

Polteknik Swasta : Politeknik API, Politeknik LPP, dll

2.  Struktur Pendidikan Tinggi

Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu ;

a.  Pendidikan Akademi 

b.  Pendidikan Profesional.

            Pendidikan Akademi  adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan akademi diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas.

Pendidikan Profesional  adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan keahlian tertentu, serta menggunakan peningkatan kemampuan/ketrampilan kerja atau menekankan pada aplikasi ilmu dan teknologi.  Pendidikan profesional ini diselenggarakan oleh akademi, politeknik, sekolah tinggi, institute,  dan universitas.

Pendidikan Akademi menghasilkan lulusan yang memperoleh gelar akademi dan diselenggarakan melalui program Sarjana (S1-Strata1) atau Program Pasca Sarjana. Program pasca sarjana ini meliputi program Magister dan program Doktor (S2 dan S3).

Pendidikan Jalur Profesional menghasilkan lulusan yang memperoleh sebutan profesional yang diselenggarakan melalui program diploma (D1, D2, D3, D4) atau Spesialis (Sp1, Sp2). Jalur ini lebih mengutamakan untuk melatih mahasiswa agar menguasai pengetahuan yang langsung dapat dipakaii dengan segera. 60 % muatan kurikulum proram diploma adalah mata kuliah praktik.

3.  Program Studi/Jurusan

       Berikut beberpa program studi yang kami kelompokkan berdasarkan bidang ilmu, diantaranya :                                     

Ilmu - Ilmu Sains

Ilmu - Ilmu Teknik

 

Ilmu Pertanian, Peternakan, Kehutanan

 

NO

Program Studi/Jurusan

No

Program Studi/Jurusan

No.

Program Studi/Jurusan

1

Matematika

1

Teknik Sipil

1.

Perikanan

2

Fisika

2

Teknik Arsitektur

2.

Peternakan

3

Kimia

3

Teknik Planologi

3.

Kehutanan

4

Statistik

4

Teknik Geodesi

4.

Pengolahan Hasil Pertanian

5

Biologi

5

Teknik Fisika

5.

Teknologi Industri Pertanian

6

Ilmu Komputer

6

Teknik Kimia

6

Ilmu Tanah

7

Geofisika

7

Teknik Metalurgi & Material

7

Budidaya Pertanian (Agronomi)

8

Astronomi

8

Teknik Nuklir

8

Sosial Ekonomi Pertanian(Agrobisnis)

9

Geografi

9

Teknik Geofisika

9

Ilmu Hama Dan Penyakit Tumbuhan

10.

Farmasi

10

Teknik Geologi

 

 

 

 

11

Teknik Pertambangan

 

 

 

 

12

Teknik Perminyakan

 

 

 

 

13

Teknik Industri

 

 

 

 

14

Teknik Elektro

 

 

 

 

15

Teknik Informatika

 

 

 

 

16

Teknik Mesin

 

 

 

 

18

Teknik Penerbangan

 

 

 

 

19

Teknik Perkapalan

 

 

 

 

20

Teknik Geomatika

 

 

 

 

Ilmu - Ilmu Ekonomi

Ilmu Seni Dan Desain

 

Ilmu Kesejahteraan Sosial

 

No

Program Studi/Jurusan

No.

Program Studi/Jurusan

No.

Program Studi/Jurusan

1

Ekonomi Dan Studi Pembangunan

1

Seni Rupa Murni

1

Rehabilitasi Sosial

2

Ekonomi Manajemen

2

Desain Interior

2

Pengembangan Sosial Masyarakata

3

Ekonomi Akuntansi

3

Desain Komunikasi Visual

 

 

4

Ekonomi Islam

4

Desain Produk

 

 

 

 

5

Kriya Seni Tekstil

 

 

 

 

6

Digital Animation

 

 

 

                                                                 

Teknik Manufaktur

 

      Ilmu Pelayaran

Ilmu Teknik Penerbitan Dan Grafika

No.

Program Studi/Jurusan

No.

Program Studi/

Jurusan

No.

Program Studi/Jurusan

1

Teknik Manufaktur

1

Studi Nautika

1

Teknik Grafika

2

Teknik Perancangan Manufaktur

 

2

 

Studi Teknika

2

Penerbitan

3

Teknik Pengecoran Logam

 

 

 

 

 

 

Ilmu Parawisata Dan Perhotelan

Ilmu Administrasi Publik

No.

Program Studi/Jurusan

No.

Program Studi/Jurusan

1

Administrasi Hotel

1

Manajemen SDM

2

Manajemen Divisi Kamar

4

Manajemen Kearsipan

3

Manajemen Tata Hidangan

7

Administrasi Kepegawaian

4

Manajemen Tata Boga

8

Admininistrasi Logistik

7

Manajemen Patiseri

9

Manajemen Perkantoran

 

b.  Cara Memilih Program Studi dan Perguruan Tinggi

Memilih jurusan/program studi bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sederhana. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan secara benar. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out  (DO) atau dikeluarkannya seorang mahasiswa/i karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya.

Dasar dalam pemilihan program studi mengacu pada faktor akademik dan non akademik. Prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam memilih program studi atau jurusan antara lain :

1) Akademik

    a. Pengertian Tentang Program Studi / Jurusan

    b. Kemampuan Akademik Siswa

2) Non Akademik

    a.  Menyesuaikan Cita- Cita, Minat dan Bakat.

    b.  Faktor dan Variabel Pendukung

 1.  Informasi yang Sempurna

 2.  Lokasi dan Biaya

 3.  Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

 4.  Masa Depan Karier dan Pekerjaan

 

Cara Menetapkan Pilihan Perguruan Tinggi

       Setelah mengetahui bentuk-bentuk Perguruan Tinggi, program studi yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan anda. Langkah berikutnya adalah  menentukan perguruan tinggi yang akan dipilih. Perguruan Tinggi di Indonesia sangat banyak, baik yang negeri maupun  swasta. Selain mempertimbangkan minat, bakat, dan kemampuan juga diperlukan pertimbangan lain, diantaranya :

1.  Reputasi

Reputasi Perguruan Tinggi yang akan dipilih dapat dijadikan dasar dalam menentukan pilihan. Baik buruknya reputasi Perguruan Tinggi di kalangan akademis biasanya sangat tergantung dari kualitas lulusan, metode pengajaran, dosen-dosen pembimbing, sarana belajar-mengajar, dan fasilitas yang dimiliki oleh lembaga tersebut.

2.   Metode dan persentase pembelajaran

Metode dan persentase pembelajaran penting diketahui, karena akan menentukan kualitas  kompetensi yang akan diperoleh. Penekanan pada porsi pembelajarannya (persentase teori dan praktek atau magang industri) perlu diketahui terlebih dahulu,.                                                                                                          

3.   Status Akreditasi 

Berdasarkan penyelenggaraannya, perguruan tinggi digolongkan menjadi dua yaitu negeri dan swasta. Sedangkan status akreditasi untuk program studi/jurusan yang sifatnya berjenjang berdasarkan hasil evaluasi (akreditasi) terhadap program studi/jurusan yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional). Status akreditasi menggunakan  peringkat akreditasi A (baik sekali), B (baik), C (Cukup),  dan D (kurang).

4.   Fasilitas Pendidikan

Fasilitas pendidikan merupakan faktor yang penting dalam mendukung keberhasilan menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi. Fasilitas pendidikan seperti laboratorium (komputer, akutansi, bahasa, dan lain-lainnya), bengkel, studio, dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif, menekankan pada keterampilan.

5.  Prospek Lulusan

Lulusan yang berkualitas dan diterima di masyarakat/perusahaan/instansi merupakan suatu kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Perguruan Tinggi.   Peluang kerja bagi  lulusan program studi/jurusan yang akan dipilih  juga harus diperhitungkan, karena akan merugikan apabila setelah lulus tidak segera mendapatkan pekerjaan.

6.   Biaya

Biaya yang dikeluarkan relatif sesuai dengan kualitas dan fasilitas pembelajaran yang diberikan oleh Perguruan Tinggi. Juga harus sesuai dengan kemampuan keuangan calon mahasiswa, sebab kalau besarnya biaya yang diperlukan tidak terjangkau akan menghambat kelancaran dalam menempuh studinya.

c.  Kiat  Sukses Masuk Perguruan Tinggi

       Sebelum mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi yang akan dipilih, sebaiknya calon mahasiswa mengetahui terlebih dahulu tentang mekanisme penerimaan mahasiswa baru, karena antara Perguruan Tinggi yang satu dengan yang lainnya  bisa berbeda. Secara garis besar mekanisme penerimaan mahasiswa baru dapat dibedakan menjadi dua yaitu jalur tes dan non tes. Jalur tes terdiri dari beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru.

Ada lima faktor yang harus dikuasai untuk sukses masuk di Perguruan Tinggi yang baik,   yaitu :

1.   Faktor Teknis

Sebelum tes masuk perguruan tinggi, Anda harus mempersiapkan peralatan yang mendukung terhadap lancarnya tes tersebut. Kalau tes tersebut masih secara massal, maka Anda persiapkan alat tulis/pensil 2B  dan mengisi lembar jawab komputer yang benar.  Apabila tes tersebut menggunakan computer based, maka Anda harus menguasai perangkat teknologi informasi dan teknis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang benar.

2.   Faktor  Psikologis

Kebiasaan positif dalam mengikuti tes uji coba (try out) dan latihan-latihan lainnya dapat membentuk Anda percaya diri. Sikap percaya diri sangat penting untuk masuk ke PT.

3.   Faktor  Penguasaan Materi Tes

Untuk penguasaan materi, Anda perlu menguasai kisi-kisi soal yang berisi tentang pokok-pokok bahasan yang keluar dalam tes dan persentase jumlah soal. Berdasarkan kisi-kisi inilah Anda belajar, Anda menguasai materi, Anda mempersiapkan materi.

4.   Faktor  Strategi Pengerjaan Soal

Dalam setiap kesempatan mengikuti Tes Uji Coba (Try Out) dibiasakan mengerjakan soal dimulai dari soal yang mudah. Jangan berambisi mengerjakan semua soal. Kebiasaan ini digunakan saat mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi.

5.  Faktor  Strategi Memilih Jurusan / Program Studi

Konsultasi dalam memilih jurusan sangat penting dalam mengarahkan kemampuan akademik  Anda. Memilih jurusan yang tidak sesuai dengan kemampuan akademik hanya akan mengakibatkan tidak diterimanya di Perguruan Tinggi

d.  Tips Cara Masuk Perguruan Tinggi Favorit       

Perguruan tinggi favorit menjadi harapan setiap calon mahasiswa/i. Berikut tips untuk masuk ke perguruan tinggi favorit, diantaranya

  • 1.  Tentukan Pilihan, Langkah pertama adalah menentukan tujuan berikutnya. Setelah lulus SMA/SMK/MA, maka kita akan dihadapkan pada persimpangan jalur. Kalaupun kita memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, kita masih harus menentukan pilihan.
  • 2. Ukur Kemampuan Diri, Jika telah menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang diinginkan, cobalah untuk mengukur diri. Bandingkan kemampaun diri masing-masing dengan kualitas pilihan kita.
  • 3.  Tetapkan Alternatif, Pilihan memang sudah ditentukan, namun jangan hanya puas dengan satu pilihan. Kita tentu harus menyiapkan back up plan jika pilihan pertama gagal.
  • 4. Cari Informasi, Jauh-jauh hari sebelum memasuki dunia kampus, cobalah untuk mencari informasi sebanyak mungkin. Di zaman modern ini, tentu tidak sulit untuk mencari informasi.
  • 5. Perbanyak Ilmu, Perbanyaklah ilmu pengetahuan, terutama seputar jurusan yang akan dipilih.
  • 6.   Jaga Kondisi Tubuh, Sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh kita, baik fisik maupun mental.
  • 7.  Jalur Masuk Kuliah, Secara umum jalur masuk kuliah dibagi menjadi beberapa jalur : SNMPTN, SBMPTN, Mandiri